Legenda Real Madrid Kritik Vinicius, Diminta Segera Berubah
20 April 2026, 13:30 WIB
Sorotan tajam kini mengarah kepada bintang muda Real Madrid, Vinicius Junior. Sejumlah legenda dan mantan pemain Los Blancos secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap sikapnya di lapangan. Kritik ini muncul menyusul serangkaian insiden dan performa yang dinilai kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan krusial.
Para legenda klub mendesak Vinicius untuk segera mengubah perilakunya, yang dianggap dapat merugikan diri sendiri dan tim. Perilaku seperti emosi berlebihan, aksi teatrikal, hingga ketidakdisiplinan menjadi sorotan utama. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kematangan mental sang pemain di level tertinggi.
Gelombang kritik ini tidak hanya datang dari satu atau dua orang, melainkan dari berbagai generasi mantan bintang Real Madrid. Mulai dari Predrag Mijatovic hingga Toni Kroos, mereka semua menyuarakan keprihatinan serupa. Situasi ini menuntut Vinicius Junior untuk introspeksi dan menunjukkan perubahan signifikan demi kelangsungan kariernya di klub raksasa Spanyol.
Sorotan Tajam dari Mantan Bintang Real Madrid
Predrag Mijatovic, mantan striker dan direktur olahraga Real Madrid, menjadi salah satu suara pertama yang mendesak Vinicius Junior untuk mengubah sikapnya. Mijatovic menyoroti pentingnya perubahan perilaku, terutama saat Vinicius tampil di pertandingan besar. Ia mengakui kualitas Vinicius sebagai pemain kunci, namun menegaskan adanya aspek mendasar yang perlu diperbaiki dari sang bintang muda.
Kritik Mijatovic ini mencuat setelah Real Madrid tersingkir dari Liga Champions di tangan Bayern Munchen, dengan performa Vinicius yang dinilai jauh dari harapan. Ia bahkan menyatakan ada hal-hal dari sikap Vinicius yang tidak disukainya. Mijatovic juga menambahkan bahwa skuad Real Madrid saat ini kehilangan figur pemimpin sejati di lapangan, berbeda dengan era klub yang memiliki sosok seperti Hierro, Ramos, atau Ral.
Senada dengan Mijatovic, legenda Real Madrid lainnya, Toni Kroos, pernah menyebut Vinicius Junior sebagai pemain yang "menjengkelkan" dan kadang merugikan tim. Kroos memahami kritik terhadap perilaku Vinicius di lapangan dan mengakui bahwa aksi-aksi emosional mantan rekan setimnya itu memang bisa terasa "menyebalkan". Ia bahkan mengaku telah berkali-kali menegur Vinicius semasa mereka masih satu tim, karena merasa perilakunya kerap menyusahkan tim.
Rafael van der Vaart, mantan gelandang Real Madrid, juga melontarkan kritik tajam terhadap perilaku Vinicius, khususnya terkait aksi teatrikal dan diving. Van der Vaart mengaku merasa terganggu dan "kesal" setiap kali melihat Vinicius, meskipun mengakui talenta besar sang penyerang. Ia menyebut Vinicius seringkali terjatuh setelah sedikit dorongan, berharap lawan mendapat kartu merah, lalu bangun seolah tidak terjadi apa-apa.
Desakan untuk Kematangan dan Profesionalisme
Desakan untuk kematangan dan profesionalisme juga datang dari Ivan Helguera, mantan bek Real Madrid. Helguera ingin Vinicius Junior menunjukkan perilaku yang lebih dewasa dan mengubah sikap buruknya. Ia menegur Vinicius karena menunjukkan sikap kontroversial dalam pertandingan terakhir Real Madrid, terutama setelah mendapat kartu kuning karena protes dalam laga melawan Rayo Vallecano.
Jorge Valdano, legenda Real Madrid lainnya, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Vinicius, menganggapnya bisa merugikan dirinya sendiri dan tim. Valdano khawatir perilaku Vinicius yang sering terlibat insiden panas, seperti memancing emosi lawan, dapat berdampak negatif pada citra klub.
Claude Makelele, legenda Real Madrid, bahkan menegur keras Vinicius Jr karena menunjukkan sikap tidak disiplin kepada pelatih. Makelele mengingatkan bahwa tidak ada pemain yang boleh menempatkan ego pribadi di atas lambang klub. Nasihat serupa juga datang dari Marcelo, yang meminta Vinicius Junior untuk fokus membuktikan kemampuannya di lapangan.
Kritik terhadap Vinicius Junior tidak hanya datang dari internal klub, tetapi juga dari tokoh sepak bola internasional. Ewald Lienen, legenda pelatih Jerman, mengkritik keras Vinicius karena "akting berlebihan" dan "diving", bahkan menyatakan bahwa melihatnya sudah mulai tak tertahankan dan Vinicius sudah "gila".
Roy Keane, legenda Premier League, juga mengkritik Vinicius atas "keluhan terus-menerus dan terjatuh setiap kali terjadi duel", menyebutnya "memalukan dan membingungkan".
Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid
Di tengah gelombang kritik ini, masa depan Vinicius Junior di Real Madrid mulai menjadi perbincangan serius. Santiago Canizares, mantan kiper Real Madrid, bahkan menyarankan klub untuk mempertimbangkan menjual Vinicius jika ada tawaran menggiurkan. Canizares menilai performa Vinicius dalam dua musim terakhir belum memenuhi standar klub dan ekspektasi tinggi yang dibebankan padanya.
Ia juga menyoroti berbagai kontroversi yang melibatkan Vinicius, yang dinilai turut berdampak pada citra klub di mata publik. Menurut Canizares, status dan kontrak besar yang dimiliki Vinicius harus diimbangi dengan performa konsisten di lapangan.
Lothar Matthaus, legenda Bayern Munchen, juga melontarkan kritik pedas kepada Vinicius Junior menjelang duel Liga Champions, menyebutnya sebagai "tukang mengeluh". Semua kritik ini menggarisbawahi bahwa Vinicius Junior perlu mengubah sikapnya secara fundamental. Bakat saja tidak cukup di level tertinggi, dan Vinicius harus "bangun" serta menampilkan performa terbaiknya tanpa drama berlebihan.