Pasien GERD Sebaiknya Hindari 5 Olahraga Ini, Bisa Bikin Asam Lambung Naik

20 April 2026, 07:00 WIB
Pasien GERD Sebaiknya Hindari 5 Olahraga Ini, Bisa Bikin Asam Lambung Naik

Olahraga adalah hal penting bagi setiap orang termasuk pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Namun, pemilihan jenis olahraga yang keliru dapat memicu gejala asam lambung naik.

Maka dari itu, dokter spesialis penyakit dalam, Sandy Perkasa, menerangkan soal jenis olahraga yang sebaiknya dihindari pasien GERD, yakni:

Olahraga Intensitas Tinggi termasuk Lari Jarak Jauh

Olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari cepat atau lari jarak jauh dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan menimbulkan getaran berulang yang mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, kelelahan fisik juga dapat memperburuk gejala seperti mual atau rasa terbakar di dada.

Olahraga yang Menekan Perut Seperti Sit-up dan Crunch

Gerakan sit-up dan crunch secara langsung menekan area perut dan meningkatkan tekanan intra-abdomen. Akibatnya, katup antara lambung dan kerongkongan lebih mudah terbuka sehingga menyebabkan asam lambung meningkat. Oleh karena itu, dokter yang praktik di RS EMC Alam Sutera dan RS EMC Grha Kedoya ini menyarankan untuk menghindari latihan perut jenis ini.

Angkat Beban Terlalu Berat

Mengangkat beban berat tanpa teknik yang tepat dapat meningkatkan tekanan di rongga perut secara signifikan.

"Hal ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung, apalagi jika dilakukan setelah makan atau tanpa istirahat yang cukup," kata Sandy mengutip laman EMC, Senin (20/4/2026).

Latihan HIIT dengan Banyak Lompatan

Olahraga berikutnya yang tidak disarankan bagi pasien GERD adalah High-Intensity Interval Training (HIIT) yang mencakup gerakan cepat dan intensitas tinggi seperti melompat, sprint, dan burpees.

Kombinasi gerakan dengan intensitas tinggi ini dapat menyebabkan peningkatan asam lambung dan GERD, terutama pada orang yang sensitif terhadap perubahan tekanan tubuh yang drastis.

Olahraga dengan Posisi Membungkuk atau Terbalik Terlalu Lama

Gerakan yang melibatkan posisi membungkuk atau terbalik terlalu lama (seperti handstand dalam yoga) dapat menyebabkan asam lambung lebih mudah mengalir ke kerongkongan karena pengaruh gravitasi. Kondisi ini dapat memperburuk gejala asam lambung dan GERD dan sebaiknya dihindari.

Tips Aman Olahraga bagi Pasien GERD

Agar tetap nyaman saat berolahraga secara rutin, perhatikan beberapa tips olahraga berikut ini:

  • Mulai dengan pemanasan untuk menyiapkan tubuh
  • Pilih intensitas ringan hingga sedang
  • Gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat di area perut
  • Perhatikan posisi tubuh agar tetap tegak dan stabil
  • Hentikan aktivitas jika muncul gejala seperti nyeri dada, pusing, atau mual.

Pola makan juga berperan besar dalam mencegah kambuhnya asam lambung dan GERD saat berolahraga. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Hindari olahraga segera setelah makan
  • Beri jeda sekitar 2--3 jam setelah makan besar
  • Pilih makanan ringan sebelum olahraga (misalnya buah non-asam atau roti)
  • Hindari makanan pemicu seperti pedas, berlemak, cokelat, dan kafein
  • Setelah olahraga, pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu produksi asam berlebih.

"Pengidap GERD harus segera melakukan konsultasi ke dokter apabila gejala yang dirasakan semakin sering muncul atau justru memburuk, meskipun menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Kondisi seperti rasa panas di dada, nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dan rasa asam naik di tenggorokan bisa menjadi tanda asam lambung dan GERD tidak terkontrol dengan baik," kata dokter yang bertugas di RS EMC Alam Sutera.

Dengan berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam, pasien bisa mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, mulai dari perubahan gaya hidup, pengobatan, hingga pemeriksaan yang lebih khusus bila diperlukan. Perawatan yang tepat waktu dan tepat tidak hanya membantu mengurangi gejala tetapi juga mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

Sumber : Liputan6.com