Circle Melihat Potensi Stablecoin yang Didukung Yuan
17 April 2026, 16:00 WIB
Circle Internet Group melihat peluang luar biasa untuk stablecoin yang didukung yuan. Hal ini seiring semakin terintegrasinya uang digital ke dalam perdagangan dan keuangan global.
Demikian disampaikan salah satu pendiri dan CEO Circle, Jeremy Allaire kepada Reuters, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (17/4/2026).
Ia menuturkan, China ingin memperluas peran yuan dalam sistem keuangan global dan stablecoin telah muncul sebagai cara untuk "mengekspor" mata uang dengan mempermudah pembayaran global.
Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai konstan dan biasanya dipatok pada mata uang fiat seperti dolar AS.
"Ada peluang luar biasa untuk stablecoin yuan," kata Allaire dalam sebuah wawancara di Hong Kong.
"Jika ada persaingan mata uang, Anda ingin mata uang Anda memiliki fitur terbaik. Ini menjadi persaingan teknologi."
Allaire menilai, China dapat meluncurkan stablecoin yang didukung yuan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Reuters melaporkan Agustus lalu, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, China sedang mempertimbangkan stablecoin yang didukung yuan untuk meningkatkan adopsi mata uangnya secara global.
Langkah tersebut, jika terwujud, akan menandai pergeseran besar dalam pendekatan Tiongkok terhadap aset digital. Negara itu melarang perdagangan dan penambangan mata uang kripto pada 2021 karena kekhawatiran tentang stabilitas sistem keuangan.
Bank sentral China menegaskan kembali sikap kerasnya terhadap mata uang virtual pada November di tengah hiruk pikuk pasar atas aset digital.
Penggunaan stablecoin, yang menawarkan transaksi lebih cepat dan lebih murah, telah melonjak secara global dalam beberapa tahun terakhir.
USDC Circle, yang didukung oleh dolar AS dan merupakan stablecoin yang paling banyak dipegang kedua di dunia, tumbuh 72% dari tahun ke tahun dalam peredaran menjadi USD 75,3 miliar atau Rp 1.291 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.160) pada akhir 2025, menurut hasil kuartalannya.
Pertumbuhan Transaksi USDC
Allaire mengatakan, Circle mencatat pertumbuhan transaksi USDC senilai "beberapa miliar dolar AS" setelah pecahnya perang AS-Iran karena meningkatnya risiko geopolitik mendorong permintaan akan dolar digital portabel.
Allaire Hong Kong adalah pusat pembayaran dan penyelesaian lintas batas, kata Allaire, menambahkan bahwa Circle melihat peluang signifikan untuk bekerja sama dengan stablecoin dolar Hong Kong untuk mengintegrasikannya ke dalam platform global.
Circle juga menjadi pusat perdebatan mengenai regulasi kripto AS. Undang-Undang CLARITY telah dipantau secara global, khususnya mengenai apakah undang-undang tersebut dapat membatasi produk stablecoin berbunga yang dipasarkan sebagai tabungan bank. Allaire mengatakan, batasan apa pun pada pemasaran dapat lebih memengaruhi distributor stablecoin daripada penerbitnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Calon Gubernur Bank Sentral Korsel Dukung Stablecoin Denominasi Won, Ini Alasannya
Sebelumnya, Calon Gubernur Bank Sentral Korea Selatan Shin Hyun-song setuju untuk mengenalkan stablecoin dalam mata uang won Korea. Ia menuturkan, stablecoin akan memainkan peran dalam ekosistem mata uang pada masa depan.
Hal itu berdasarkan pernyataan tertulis yang diserahkan kepada parlemen pada Senin, 13 April 2026. "Saya berharap mata uang digital bank sentral dan token deposito dapat berdampingan dengan stablecoin dengan cara yang saling melengkapi dan kompetitif," ujar Shin Hyun-song dikutip dari Channel News Asia.
Shin dijadwalkan untuk menghadiri sidang konfirmasi parlemen pada Rabu pekan ini. Pada 2023, bank sentral Korea Selatan melakukan proyek bersama untuk menguji mata uang digital bank sentral-nya dengan Bank for International Settlements, tempat Shin pernah bekerja.
Mengenai utang rumah tangga negara, Shin mengatakan, upaya pengurangan utang perlu dilanjutkan, bersama dengan langkah-langkah kebijakan untuk menstabilkan harga, karena harga masih berada pada tingkat yang tinggi.
"Masih belum pasti apakah tren stabilisasi (harga rumah) akan berlanjut, jadi langkah-langkah kebijakan untuk mengendalikan permintaan dan meningkatkan pasokan perlu terus dilakukan secara konsisten," ujar Shin.
Menurut laporan media lokal, Shin setuju dengan peraturan pemerintah tentang pemilik beberapa rumah, sambil menyatakan kehati-hatian tentang pajak properti yang terlalu tinggi.
Shin juga mengatakan bank sentral akan mempertimbangkan diversifikasi cadangan devisa dengan investasi di dana yang diperdagangkan di bursa emas (Exchange Traded Fund/ETF), menurut laporan media.