PM Italia Giorgio Meloni Bela Paus dari Serangan Trump
14 April 2026, 13:59 WIB
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam Presiden AS Donald Trump yang menuduh Paus Leo XIV lemah dalam hal kejahatan dan buruk untuk kebijakan luar negeri. Meloni, yang beragama Katolik dan memimpin pemerintahan koalisi sayap kanan yang menjadi sekutu dekat Trump.
"Paus adalah kepala Gereja Katolik, dan adalah hal yang benar dan wajar baginya untuk menyerukan perdamaian dan mengutuk setiap bentuk perang," kata Meloni dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari BBC, Selasa (14/4/2026).
Partai-partai oposisi Italia mengkritik Meloni karena gagal segera angkat bicara. Mitra koalisinya, Matteo Salvini, pemimpin partai populis Liga mengatakan bahwa menyerang Paus bukan hal yang berguna atau cerdas untuk dilakukan.
Setelah pernyataan Trump, Paus mengatakan dalam perjalanan ke Aljazair bahwa ia tidak ingin berdebat dengan Trump tetapi akan terus mempromosikan perdamaian.
Paus Leo mengatakan bahwa ia "tidak takut" pada pemerintahan Trump dan akan terus berbicara menentang perang setelah presiden AS melancarkan serangan yang tidak biasa dan pedas atas pendiriannya mengenai konflik Iran.
Paus telah menjadi kritikus keras perang Iran dengan menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran "tidak dapat diterima" dan menyerukan agar ia menemukan "jalan keluar" untuk mengakhiri konflik tersebut.
Kritik Trump ke Paus
Trump melancarkan serangan verbal terhadap Paus Leo XIV melalui sebuah unggahan panjang di media sosial pada Minggu (12/4/2026), menyebutnya "lemah dalam kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri."
Mengutip laporan CBS News, Paus Leo XIV telah mengkritik perang Iran dan sebelumnya membuat pernyataan yang bertentangan dengan prioritas lain dari pemerintahan Trump, seperti tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap imigrasi ilegal.
"Saya tidak menginginkan seorang paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran memiliki senjata nuklir. Saya tidak menginginkan seorang paus yang berpikir bahwa sangat buruk ketika AS menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar narkoba ke AS dan, yang lebih buruk lagi, membebaskan para tahanan mereka --- termasuk pembunuh, pengedar narkoba, dan pelaku kejahatan --- lalu mengirimnya ke negara kita," tulis Trump.
Paus Leo XIV sebelumnya menyebut ancaman Trump untuk sepenuhnya menghancurkan peradaban Iran "sangat tidak dapat diterima" dan mendorong masyarakat untuk mendesak pihak berwenang --- para pemimpin politik, anggota kongres --- mengupayakan perdamaian dan selalu menolak perang.