Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Mendagri Singgung Pilkada Langsung Tak Jamin Pemimpin Bagus
13 April 2026, 20:19 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, angkat bicara soal maraknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia pun menyinggung bahwa kepala daerah tersebut merupakan hasil pilihan masyarakat lewat Pilkada langsung.
"Jawab saya cuman satu aja, yang milih siapa, udah gitu aja. Yang milih siapa? Rakyat iya kan," kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Mantan Kapolri ini juga menyebut bahwa hadirnya Pemilu langsung tak menjamin pemimpin yang terpilih menjadi bagus.
"Artinya apa, apakah ini ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen Pilkada langsung? Dan ternyata enggak menjamin ada pemimpin yang bagus. Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini," ungkap Tito.
Dia menilai, maraknya OTT membuktikan belum adanya integritas pejabat daerah. Namun, menurutnya masalah tersebut tidak bisa dilihat sebagai kasus per kasus melainkan masalah sistematis.
"Kemudian kedua masalah kesejahteraan, moral hazard, integritas, dan lain-lain. Tapi saya berpikir tidak hanya melihat case saja. Ini kan beberapa kali terjadi dalam waktu yang singkat ya. Artinya ada problem-nya yang sistematis, ada problem mendasar," jelas Tito.
Dugaan Tito
Tito menduga salah satu penyebab banyaknya OTT adalah proses rekrutmen kepala daerah yang masih memikiki banyak kelemahan.
"Mungkin salah satunya mekanisme rekrutmen yang selama ini digunakan. Mereka semua adalah hasil dari pemilihan langsung pilkada. Di satu sisi ada baik, ada positifnya, ada juga negatifnya, di antaranya biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih ternyata orang yang baik," kata dia.