Prediksi Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026

09 April 2026, 21:15 WIB
Prediksi Purbaya Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II Tahun 2026 akan membaik. Apalagi, berdasarkan sejumlah data, ia semakin yakin bahwa kuartal I Tahun 2026 dinilai sudah membaik.

Ia mengatakan, kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan angin sejuk bagi para pelaku usaha. Belum lagi, dengan berbagai program pembangunan yang berjalan.

"Itu saya harapkan mengubah sentimen para pelaku bisnis dan kita yakin dengan desain pembangunan sekarang harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya," ucapnya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Purbaya menilai, lebaran tahun ini juga jauh lebih berdampak baik dibandingkan tahun lalu yang dinilai sepi. Tahun ini, aktivitas belanja saat lebaran bukan hanya 'ramai' tapi sudah di tahap 'macet' oleh Purbaya.

"Tahun lalu lebaran memble. gitu kan? Jadi bukan musiman aja. Coba tahun lalu sepi kan dibanding sekarang? Sekarang gimana macet semua pada belanja, jadi memang ada desain ekonomi yang membuat ekonominya tumbuh lebih cepat," jelasnya.

Purbaya juga menyampaikan, untuk pemerintah juga mengalami pertumbuhan. Terlihat dengan belanja pemerintah yang tumbuh hingga 30%.

Pun dengan pajak yang tumbuh hingga 20% dan mungkin lebih. Semua kondisi ini semakin menegaskan, kata Purbaya, bahwa aktivitas ekonomi Indonesia membaik.

"30% lebihlah belanja pemerintah tumbuh. Terus pajaknya juga tumbuh 20% lebih artinya aktivitas ekonomi memang betul-betul membaik," ungkapnya.

Purbaya Sebut Bank Dunia Salah Hitung: Saya Tunggu Permintaan Maafnya

Purbaya Sebut Bank Dunia Salah Hitung: Saya Tunggu Permintaan Maafnya

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa merespon ulasan World Bank terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7%. Sementara pemerintah menargetkan 5% dengan perkiraan Purbaya sendiri dalam berbagai pertemuan, yakni 5,5-5,6%.

Purbaya mengatakan, World Bank telah salah hitung, ia juga menduga World Bank menghitungnya dengan berdasarkan harga minyak dunia yang tinggi.

"Saya pikir buat world bank salah hitung. Tapi yang penting begini untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi membaik. Saya pikir dengan usaha-usaha seperti itu nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik membaik. Saya yakin World Bank hitung itu karena dampak harga minyak tinggi kan," ucapnya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Purbaya menyampaikan, ketika harga minyak dunia kembali normal, prediksi dari World Bank akan berubah. Namun ia tetap menyayangkan penilaian World Bank tersebut dan menyebutnya sebagai dosa besar.

Maka dari itu, Purbaya akan menunggu permintaan maaf World Bank. Ia tetap yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan lebih baik.

"Kalau sebulan dua bulan ini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan berubah prediksinya kan. Tapi dia udah melakukan dosa besar dia menimbulkan sentimen negatif ke kita," ungkapnya.

"Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah baik lagi ke level yang normal kalau dia rubah prediksi ekonominya lagi," lanjutnya.

Ia meyakini, World Bank belum mengetahui gebrakan dirinya untuk menaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sesuai dengan yang diidamkan selama ini.

"Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus rahasia saya. Bukan jurus-jurus rahasia Pak Prabowo," jelasnya.

Sumber : Liputan6.com