Bulog Salurkan 32 Juta Kg Beras dan 6,4 Juta Liter Minyak Goreng
07 April 2026, 21:33 WIB
Perum Bulog baru menyalurkan 32,14 juta kilogram (kg) beras dan 6,4 juta liter minyak goreng bantuan pangan (banpang) pada 2026. Penyaluran bantuan pangan ini sempat dihentikan karena momen Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan, hingga 7 April 2026, bantuan pangan sudah tersalurkan sebanyak 32.145.520 kilogram beras dan 6.438.104 liter minyak goreng.
"Dan persentasenya, mohon maaf, baru 4,83%, kami laporkan, Ibu, kami laporkan, ini terkendala karena kemarin administrasi kami terima di bulan Maret akhir, kemudian penyaluran banpang ini juga seiring dengan menjelang hari Ramadan dan Idul Fitri," kata Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, mengenai minyak goreng Minyakita sempat tertahan imbas stok domestic market obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang terbatas.
"Maka kami prioritaskan hasil koordinasi kami dengan lapor ke Pak Menteri Pertanian dan Pak Menko Pangan, diprioritaskan untuk Idul Fitri dan Ramadan untuk banpang setelah Idul Fitri arahannya," jelas dia.
Selain itu, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga baru menyentuh 77.472.650 kg atau 9,36% dari rencana. Pasalnya, pada Januari-Februari 2026, Bulog masih fokus menghabiskan jatah penyaluran bantuan pangan tahun buku 2025.
"Sedangkan penyaluran banpang dimulai kami laksanakan di bulan Maret, ya akhir Februari dan Maret ini. Sehingga capainya baru bekerja lebih kurang satu bulan ini, sehingga capainya baru 9,36%," jelas dia.
1,5 Juta Ton Beras SPHP Bakal Disalurkan Tahun Ini
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program intervensi beras terus berjalan 2026 ini. Salah satunya operasi pasar atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Beras SPHP).
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dipastikan cukup untuk program beras SPHP tadi. Pasalnya, hingga penghujung 2025, stok CBP mencapai 3,24 juta ton.
"Kita harus optimis tidak ada masalah untuk beras di tahun 2026 ini. Tentu SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras jalan terus. Tahun 2026 kemarin sudah disepakati di dalam rakortas. SPHP 1,5 juta ton," kata Ketut dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Penyaluran Bantuan Pangan
Bapanas juga akan menyebar bantuan pangan beras bagi 18,2 juta keluarga selama 4 bulan di 2026 ini. Dua program ini untuk menjaga mutu beras CBP dan persiapan untuk menyerap hasil panen petani lokal.
"Ini juga untuk pengeluaran stok juga, sehingga pada saat nanti Bulog mulai menyerap hasil panen raya, keluar masuk beras dapat dijaga dengan baik. Kebetulan Bapak Kepala Bapanas itu kan sangat optimis. Jadi kita harus optimis juga," Ketut menambahkan.
Adapun pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua berupa beras dan minyak goreng masih diperpanjang sampai 31 Januari 2026. Ini dimungkinkan melalui skema Rekening Penampung Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah Bapanas ajukan dan disetujui Kementerian Keuangan.