Tesla Kembali Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

08 April 2026, 10:12 WIB
Tesla Kembali Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

Tesla kembali merebut posisi sebagai produsen mobil listrik paling populer di dunia pada awal 2026. Setelah sempat kehilangan mahkota pada tahun lalu, pabrikan asal Amerika Serikat ini berhasil bangkit dan menyalip rival terbesarnya, BYD, dalam persaingan global kendaraan listrik murni.

Berdasarkan laporan terbaru, Tesla mencatatkan pengiriman global sebanyak 358.023 unit mobil listrik sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Angka tersebut meningkat sekitar 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi faktor utama kembalinya Tesla ke puncak pasar kendaraan listrik dunia.

Di sisi lain, BYD yang sebelumnya memimpin pasar harus turun ke posisi kedua. Produsen asal China tersebut hanya membukukan penjualan 310.389 unit mobil listrik murni pada periode yang sama, atau turun sekitar 25 persen secara tahunan. Penurunan ini membuat Tesla kembali unggul dalam segmen battery electric vehicle (BEV).

Meski demikian, perlu dicatat bahwa BYD juga menjual kendaraan plug-in hybrid (PHEV), yang tidak dimiliki Tesla.

Jika digabungkan, total penjualan kendaraan energi baru (NEV) BYD sebenarnya masih jauh lebih besar, dengan hampir 700 ribu unit terjual secara global di kuartal pertama 2026.

Kembalinya Tesla ke posisi teratas ini menjadi sorotan penting, mengingat pada 2025 perusahaan milik Elon Musk tersebut sempat kehilangan gelar sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia setelah dikalahkan BYD.

Persaingan Ketat Pasar Kendaraan Listrik

Persaingan ketat antara kedua raksasa otomotif itupun diprediksi akan terus berlanjut seiring meningkatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan di berbagai pasar global.

Dominasi Tesla saat ini tak lepas dari kontribusi model andalannya, seperti Model Y, yang tetap menjadi tulang punggung penjualan.

Dengan momentum positif di awal tahun ini, Tesla menunjukkan bahwa mereka masih menjadi pemain kunci dalam industri kendaraan listrik global, meskipun tekanan dari kompetitor terus meningkat.

Sumber : Liputan6.com