Fluktuasi Harga Emas Ternyata Bisa Jadi Peluang Investasi Menjanjikan

04 April 2026, 21:30 WIB
Fluktuasi Harga Emas Ternyata Bisa Jadi Peluang Investasi Menjanjikan

Dinamika harga emas global yang fluktuatif menjadi peluang masyarakat untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yaitu membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, fluktuasi harga emas merupakan fenomena yang lazim terjadi, dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.

"Strategi buy the dip dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi," kata dia dikutip dari Antara, Sabtu (4/4/2026).

Secara historis, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset.

"Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, melainkan juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang," ujar Benadicto.

Ia mengatakan, kondisi harga emas yang cenderung lebih bersahabat dapat menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Sinyal Suku Bunga Tinggi

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Sinyal Suku Bunga Tinggi

Sebelumnya, harga emas dunia turun tajam pada perdagangan Kamis seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak. Kondisi ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran inflasi serta meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Mengutip CNBC, Jumat (3/4/2026), harga emas spot turun 3,6% ke level USD 4.587,55 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 2,7% menjadi USD 4.679,70.

Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan pada harga emas, karena logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa pasar saat ini sangat fokus pada pernyataan Trump.

"Pasar sangat memperhatikan komentar Trump, yang sejauh ini belum menunjukkan adanya penyelesaian cepat terhadap situasi energi," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menekan harga emas dan perak karena peluang penurunan suku bunga semakin kecil.

Pidato Trump

Pidato Trump

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun tidak memberikan kepastian kapan perang yang telah berlangsung selama sebulan itu akan berakhir. Ia juga menegaskan akan menghantam Iran hingga kembali ke "zaman batu".

Pernyataan tersebut memicu kenaikan harga minyak. Lonjakan harga energi berkontribusi terhadap inflasi yang lebih luas, sehingga mengurangi peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Padahal, meskipun dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kurang menarik saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas tercatat telah turun sekitar 13%.

Sumber : Liputan6.com