Semringah Shin Tae-yong Pertama Kali Kunjungi Yogyakarta, Mau Cicip Gudeg dan Seruput Kopi Joss

04 April 2026, 18:03 WIB
Semringah Shin Tae-yong Pertama Kali Kunjungi Yogyakarta, Mau Cicip Gudeg dan Seruput Kopi Joss

Pelatih sepakbola tim nasional Indonesia periode 2019-2025 asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY) tengah berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia mengaku baru pertama kali datang tempat itu. Alasannya, ingin mencicipi Gudeg dan Kopi Joss.

Shin Tae-yong ada di Yogyakarta atas undangan PP Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Dia diundang dalam acara pacuan kuda Indonesia's Horse Racing (IHR) Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (4/4/2026). Selain sebagai undangan, dia hadir karena ingin mempelajari kemiripan antara permainan sepakbola dan balap kuda.

"Saya sangat senang bertemu dengan anda semua. Terus terang ini pertama kalinya saya datang ke Yogyakarta, meski sebelumnya saya melatih Timnas Indonesia. Ini juga pengalaman pertama kalinya saya menonton pacuan kuda," kata STY.

STY tampak mengenakan kemeja lengan panjang lengan panjang motif kotak-kotak warna biru, celana panjang warna hitam, kacamata hitam dan topi koboi warna hitam. STY juga sempat mengibarkan bendera start satu sesi balapan hari itu.

Naik Kereta ke Jogja, Puji Keindahan Objek Wisata

STY mengaku menggunakan kereta api hampir 6-7 jam dari Jakarta. Selain karena menghadiri undangan Pordasi, STY menerima undangan itu karena ingin melihatnya objek wisata di Yogyakarta.

"Tentu saja saya wajib menikmati Gudeg yang menjadi makanan legendaris kota ini. Tapi saya juga ingin merasakan kopi yang ditambahkan arang panas di dalamnya (Kopi Joss). Ini pasti jadi pengalaman yang seru," ujarnya.

Ditanya mengenai suasana balapan kuda, STY mengaku terkejut karena ternyata ramai penonton, tertib, rapi dan semuanya bergembira. Menurutnya, kegiatan ini telah dipersiapkan dengan sangat baik, berbeda dengan pelaksanaan even olahraga lainnya.

"Para jokinya juga bagus dan professional, demikian juga panitia perlombaan yang dalam mengatur kuda untuk start. Itu sangat sulit sekali. Kuda-kuda yang diperlombakan juga terlihat sangat baik karena mampu berlari sangat cepat. Ini suatu kehormatan bagi saya," ujar STY.

IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Bantul merupakan gelaran kedua pacuan kuda nasional dalam kalender nasional Pordasi yang bekerjasama dengan SARGA GROUP. Tahun ini tercatat ada delapan even pacuan kuda yang diselenggarakan secara nasional, dengan tiga diantaranya berlangsung di Yogyakarta.

"Seri pertama, Februari kemarin di Semarang, seri kedua hari ini, dan seri ketiga pada Mei nanti akan berlangsung di Jawa Barat," jelas Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie.

Khusus Yogyakarta, seri berikutnya akan berlangsung pada Juni dengan tajuk Piala Pakualaman dan pada November bertajuk Piala Sultan Hamengku Buwono X sebagai seri penutup.

Nugda mengatakan kehadiran STY di IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 merupakan representasi semangat tema 'Race to the World Stage'. Tema ini memiliki harapan untuk membawa pacuan kuda Indonesia ke panggung dunia.

"Kami berharap kehadiran STY menginspirasi kita semua untuk dapat terus bekerjasama membawa kualitas pacuan kuda Indonesia menuju standar dunia," katanya.

VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan, menerangkan ada sebanyak 138 kuda yang berasal dari 11 daerah yang bertanding untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp580 juta.

Kejuaraan mempertandingkan 18 kelas, terdiri dari 10 kelas pacuan kelompok umur dan 8 kelas pacuan kelompok ketinggian.

Sumber : Liputan6.com