Ponsel dalam Mode Jangan Ganggu adalah Cara Sederhana Jaga Kewarasan

05 April 2026, 18:00 WIB
Ponsel dalam Mode Jangan Ganggu adalah Cara Sederhana Jaga Kewarasan

Ponsel kini menjadi alat yang hampir selalu terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Pesan instan, panggilan telepon, notifikasi media sosial, hingga pengingat dari berbagai aplikasi muncul hampir tanpa henti. Kondisi ini membuat pikiran seolah terus bekerja, bahkan saat sedang beristirahat. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan notifikasi yang berulang bisa memicu stres.

Psikoterapis di San Francisco, Duygu Balan menjelaskan bahwa membiarkan ponsel tetap dalam mode 'jangan ganggu' membantu menciptakan ruang tenang. Hal ini memungkinkan seseorang mengelola fokus dan energi emosional dengan lebih baik.

"Membisukan panggilan menciptakan jeda dari komunikasi yang tidak diinginkan dan tekanan sosial yang mungkin menyebabkan stres," ujar Balan seperti dikutip dari Huffpostpada Sabtu, 4 April 2026.

Manfaat Mengaktifkan Mode Jangan Ganggu untuk Kesehatan Mental

1. Menurunkan Ketegangan Emosional

Notifikasi yang tiba-tiba sering memicu respons emosional spontan, terutama pada orang yang sensitif terhadap suara atau sedang lelah. Bunyi pesan masuk dapat menimbulkan rasa tegang, khawatir, atau dorongan untuk segera memeriksa ponsel, meski sedang ingin beristirahat.

Dengan mode 'jangan ganggu' aktif, pemicu stres kecil ini berkurang, sehingga pikiran tidak mudah terganggu. Kebiasaan ini membantu menurunkan tekanan psikologis dari komunikasi digital.

"Panggilan yang datang tiba-tiba sering terasa mengganggu dan memicu kecemasan. Mengaktifkan mode jangan ganggu bisa mengurangi kecemasan dari interaksi digital," kata Balan.

2. Membantu Fokus Belajar atau Bekerja

Notifikasi yang masuk saat belajar atau bekerja dapat memutus alur berpikir. Meski hanya beberapa detik, otak memerlukan waktu untuk kembali fokus, sehingga tugas menjadi lebih lama selesai dan energi cepat habis.

Mode 'jangan ganggu' memungkinkan proses berpikir berlangsung lebih fokus, membuat belajar dan bekerja lebih efisien.

"Mode jangan ganggu membuat Anda lebih fokus pada kegiatan yang dilakukan," tambahnya.

3. Menjaga Waktu Istirahat

Memberi jarak antara waktu pribadi dan tuntutan komunikasi memungkinkan kita bersantai tanpa distraksi. Dengan membatasi notifikasi, waktu istirahat menjadi lebih berkualitas karena perhatian tidak terus terpecah oleh layar ponsel.

"Anda bisa merespons notifikasi ketika benar-benar siap, bukan saat dipaksa keadaan," tambahnya.

4. Tidur Lebih Nyenyak

Di malam hari, mode 'jangan ganggu' membantu tubuh masuk ke fase istirahat tanpa terganggu suara atau getaran notifikasi. Gangguan kecil dapat membuat otak kembali aktif, sehingga tidur menjadi kurang optimal.

Tidur yang nyenyak berpengaruh langsung pada energi tubuh, kestabilan emosi, dan daya konsentrasi keesokan harinya.

Risiko Mengaktifkan Mode 'Jangan Ganggu'

Risiko Mengaktifkan Mode 'Jangan Ganggu'

1. Melewatkan Pesan Penting

Jika digunakan tanpa pengaturan prioritas, mode ini bisa membuat seseorang terlambat menerima informasi penting, misalnya kabar keluarga atau situasi darurat. Solusinya adalah mengatur daftar kontak prioritas agar panggilan tertentu tetap bisa masuk.

2. Bisa Membentuk Kebiasaan Menunda Respons

Terlalu sering menghindari percakapan yang tidak nyaman dapat membuat mode 'jangan ganggu' menjadi kebiasaan menunda tanggapan. Lama-kelamaan, seseorang bisa terbiasa menghindari komunikasi yang seharusnya diselesaikan, bahkan merasa canggung saat harus menghadapi percakapan penting.

"Jika terbiasa mengaktifkan mode jangan ganggu, Anda akan kehilangan kesempatan berinteraksi dengan orang lain," kata Balan.

3.Mengurangi Kepercayaan Orang Lain

Sulit dihubungi dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kesalahpahaman. Orang terdekat mungkin merasa diabaikan. Sebaiknya, kombinasikan penggunaan mode ini dengan komunikasi yang jelas tentang kapan pesan biasanya dibalas. Langkah ini menjaga batas pribadi tanpa mengurangi rasa saling percaya.

Sumber : Liputan6.com