Top 3: Harga Minyak Dunia Naik 11%
04 April 2026, 07:00 WIB
Harga minyak dunia melonjak drastis pada perdagangan Kamis akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi perang berkepanjangan di Timur Tengah. Minyak mentah WTI naik lebih dari 11%, sementara Brent melonjak hampir 8%.
Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan kemungkinan agresi militer terhadap Iran, sehingga memupus harapan pasar akan de-eskalasi konflik dalam waktu dekat.
Kekhawatiran utama investor tertuju pada potensi gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang merupakan jalur logistik energi strategis.
Artikel mengenai harga minyak ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (4/4/2026):
1. Harga Minyak Dunia Naik 11%, Pidato Trump Picu Kekhawatiran Perang
Harga minyak dunia melonjak signifikan pada Kamis setelah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi perang berkepanjangan di Timur Tengah. Konflik ini dikhawatirkan dapat mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz selama berminggu-minggu.
Mengutip CNBC, Jumat (3/4/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Mei naik lebih dari 11% atau sebesar USD 11,42 menjadi USD 111,54 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan internasional naik hampir 8% atau USD 7,87 ke posisi USD 109,03 per barel.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Ragam Pilihan Investasi Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Ketidakpastian global yang terus meningkat, mulai dari wabah penyakit, gejolak ekonomi, hingga konflik berskala internasional, mendorong para investor untuk mencari instrumen yang dinilai aman dan stabil. Kondisi ini memicu pencarian akan aset safe haven, yaitu investasi yang memiliki ketahanan tinggi terhadap guncangan besar. Nilai aset safe haven cenderung tetap atau bahkan meningkat saat pasar global terguncang, menawarkan perlindungan bagi portofolio investasi.
Dalam situasi geopolitik yang bergejolak, seperti eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas pasar keuangan global, penting bagi investor untuk memahami ragam pilihan investasi yang dapat meminimalkan risiko. Pergeseran dana ke aset safe haven menjadi indikator utama sentimen risk-off di pasar.
Simak berita selengkapnya di sini
3. Banjir Rendam Rel KA di Grobogan, 8 Perjalanan Kereta Alami Keterlambatan
Perjalanan kereta api di jalur utara Jawa mengalami gangguan akibat banjir yang merendam rel di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Genangan air terjadi di lintasan antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug sejak Jumat dini hari.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 4 Semarang memastikan operasional kereta tetap berjalan dengan penyesuaian. Namun, sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa banjir menggenangi satu dari dua jalur rel dengan ketinggian mencapai 25 cm.