Transaksi di Korea Kini Bisa Pakai QRIS, Ini Keuntungannya
01 April 2026, 21:15 WIB
Bank Indonesia bersama Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR antarnegara Indonesia--Korea Selatan. Dengan sistem ini, masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS melalui aplikasi pembayaran domestik tanpa perlu menukar valuta asing.
Transaksi dilakukan langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara, sehingga lebih efisien dan berbiaya rendah.
Peluncuran ini merupakan bagian dari Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang ditandatangani pada 1 April 2026.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo, melalui seremoni yang berlangsung secara bersamaan di Indonesia dan Korea Selatan.
Perry Warjiyo menyebut konektivitas QR antarnegara ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif.
"Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Hal senada disampaikan Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo, yang menilai kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi ekonomi digital kedua negara.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang lebih strategis guna memperkuat integrasi sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antara Korea dan Indonesia," ujarnya.
Implementasi sistem ini melibatkan berbagai pihak, termasuk asosiasi sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta operator infrastruktur di kedua negara.
Transaksi QRIS Terus Tumbuh, Jadi Andalan Ekonomi Digital
Sejak diluncurkan, QRIS telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi pembayaran digital di Indonesia. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 60,77 juta.
Penggunaan QRIS antarnegara juga terus meningkat. Sepanjang 2025, transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) mencapai 5,89 juta transaksi, jauh lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound) yang mencapai 1,68 juta transaksi.
Kerja sama QRIS dengan sejumlah negara juga menunjukkan perkembangan positif. Misalnya, dengan Thailand telah mencatat 1,64 juta transaksi, sementara dengan Malaysia mencapai 10,66 juta transaksi.
Adapun kerja sama dengan Singapura dan Jepang juga terus berkembang meski masih dalam tahap awal.
Dengan perluasan konektivitas ini, Bank Indonesia dan Bank of Korea optimistis sistem pembayaran lintas negara akan semakin aman, efisien, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di kawasan.