Google Maps Punya Fitur Cerdas untuk Dukung Perjalanan Mobil Listrik

02 April 2026, 10:04 WIB
Google Maps Punya Fitur Cerdas untuk Dukung Perjalanan Mobil Listrik

Google terus meningkatkan kemampuan navigasinya dengan menghadirkan fitur baru untuk pengguna mobil listrik. Untuk kali ini, Google Maps mulai menghadirkan dukungan EV routing di Android Auto, yang memungkinkan perencanaan perjalanan lebih cerdas dan efisien.

Fitur ini dirancang khusus untuk mobil listrik, di mana sistem dapat menghitung rute perjalanan sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pengisian daya. Pengemudi cukup memasukkan model kendaraan dan kondisi baterai, lalu sistem akan menyesuaikan rute terbaik secara otomatis.

Tak hanya itu, Google Maps juga mampu menampilkan rekomendasi titik pengisian daya di sepanjang perjalanan.

Bahkan, sistem akan memberikan estimasi sisa baterai saat tiba di lokasi tujuan maupun di setiap stasiun pengisian yang disarankan. Hal ini membuat perjalanan jarak jauh dengan mobil listrik jadi lebih terencana.

Kemampuan lainnya termasuk estimasi waktu pengisian daya, hingga durasi berhenti yang ideal di charging station.

Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak kapan harus berhenti untuk mengisi ulang baterai, karena semuanya sudah dihitung secara otomatis oleh sistem.

Menariknya, fitur ini juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi perhitungan energi.

Sistem akan menggabungkan data lalu lintas, kondisi jalan, hingga konsumsi daya kendaraan agar hasil prediksi lebih presisi dan relevan di dunia nyata.

Meski demikian, fitur EV routing ini masih memiliki keterbatasan. Tidak semua kendaraan bisa langsung mengaksesnya, karena membutuhkan integrasi data kendaraan seperti kapasitas baterai dan status pengisian secara real-time.

Biasanya, fitur ini baru tersedia untuk model tertentu yang sudah mendukung sistem tersebut.

Dengan hadirnya fitur ini, Google Maps semakin memperkuat posisinya sebagai aplikasi navigasi andalan, khususnya bagi pengguna kendaraan listrik.

Integrasi dengan Android Auto juga menjadi langkah penting untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis, aman, dan terencana.

Aturan Ketat Sepeda Listrik di Australia: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang, Bagaimana di Indonesia?

Pemerintah Negara Bagian Queensland, Australia, resmi mengambil langkah tegas terhadap penggunaan perangkat mobilitas listrik atau electronic mobility (e-mobility), termasuk sepeda listrik. Melalui undang-undang (UU) keselamatan terbaru, anak-anak berusia di bawah 16 tahun akan dilarang mengendarai kendaraan tersebut.

Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan e-bike dan e-scooter dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari Antara, pemerintah Queensland menyatakan telah menerima seluruh 28 rekomendasi dari hasil penyelidikan parlemen terkait keselamatan e-mobility.

Salah satu poin utama adalah pelarangan penggunaan bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Menteri Transportasi Queensland, Brent Mickelberg, menegaskan bahwa reformasi ini akan segera diajukan ke parlemen untuk disahkan menjadi undang-undang.

Dalam aturan tersebut, pengendara sepeda listrik dan skuter listrik diwajibkan memiliki surat izin mengemudi (SIM) pelajar dengan usia minimal 16 tahun.

Sumber : Liputan6.com