Waktu Ideal Olahraga Pagi atau Malam? Begini Kata Pakar

31 March 2026, 15:00 WIB
Waktu Ideal Olahraga Pagi atau Malam? Begini Kata Pakar

Waktu ideal olahraga antara pagi dan malam kerap jadi perdebatan. Ada yang menyebut pagi tapi sebagian merasakan waktu yang tepat itu malam.

Olahraga pagi sering dikaitkan dengan peningkatan energi sejak pagi hari, membantu tubuh lebih segar, memperbaiki mood, dan membuat seseorang lebih konsisten karena belum terganggu aktivitas lain.

Sementara itu, olahraga malam dianggap baik karena suhu tubuh sedang berada pada titik optimal sehingga otot lebih lentur, kekuatan fisik meningkat, dan risiko cedera bisa lebih rendah.

Selain itu, sebagian orang merasa performa tubuh lebih maksimal pada sore hingga malam karena asupan energi dari makanan sepanjang hari sudah mencukupi.

Jadi, Anda tidak hanya melihat mana yang lebih baik, tetapi juga menilai tujuan olahraga, kondisi tubuh, dan kebiasaan masing-masing individu agar manfaatnya benar-benar optimal.

Olahraga pagi cenderung lebih unggul, khususnya antara pukul 08.00 sampai 11.00 siang karena berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, para ahli menekankan bahwa hasil terbaik tetap bergantung pada kemampuan seseorang menjaga rutinitas seperti disampaikan asisten profesor di bidang psikiatri dan genetika yang berafiliasi dengan lembaga riset, Prashant Rao.

"Jadwal latihan yang teratur membantu tubuh dan pikiran lebih stabil, sehingga manfaat fisik maupun mental menjadi lebih besar," jelas dikutip dari Huffpost pada Senin, 30 Maret 2026.

Pentingnya Konsistensi Olahraga

Pentingnya Konsistensi Olahraga

Banyak orang terlalu sibuk mencari waktu yang dianggap paling sempurna, padahal manfaat terbesar justru datang dari kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Ketika olahraga dilakukan rutin, tubuh akan beradaptasi secara bertahap, jantung menjadi lebih kuat, peredaran darah lebih lancar, metabolisme meningkat, dan kualitas tidur menjadi lebih baik.

Selain manfaat fisik, konsistensi juga membantu menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan kelelahan mental karena tubuh terbiasa melepaskan hormon endorfin secara teratur.

"Bahkan olahraga ringan seperti jalan kaki 20 hingga 30 menit setiap hari tetap memberikan hasil yang bagus dibanding olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali," tuturnya.

Kebiasaan ini membangun disiplin diri dan meningkatkan motivasi untuk menjaga gaya hidup sehat.

Jadi, waktu terbaik sebenarnya adalah waktu yang paling realistis untuk dijalani secara rutin sesuai jadwal harian, sehingga olahraga berubah dari aktivitas selingan menjadi bagian dari pola hidup sehat.

Rutin Olahraga Didukung Pola Makan Sehat

Rutin Olahraga Didukung Pola Makan Sehat

Manfaat olahraga akan jauh lebih optimal apabila didukung oleh pola makan yang sehat dan seimbang. Olahraga berfungsi membakar kalori, memperkuat otot, menjaga kesehatan jantung, dan membantu kestabilan mental.

Namun, tanpa asupan nutrisi yang tepat, tubuh akan kekurangan energi untuk berlatih dan pemulihan otot menjadi lebih lambat.

Pola makan yang kaya protein, sayur, buah, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks membantu menyediakan bahan bakar bagi tubuh sekaligus mempercepat regenerasi jaringan setelah aktivitas fisik.

Kombinasi antara olahraga dan pola makan yang baik juga efektif menjaga berat badan ideal, meningkatkan sistem imun, serta mengurangi risiko penyakit kronis.

Ahli nutrisi olahraga Bethan Crouse, menjelaskan, olahraga dan pola makan harus berjalan beriringan agar hasil kesehatan lebih maksimal.

"Memprioritaskan pola makan seimbang yang kaya protein, buah, sayuran, lemak sehat, dan biji-bijian utuh sangat penting untuk mendukung aktivitas fisik dan pengelolaan berat badan," ungkapnya.

Sumber : Liputan6.com