Lalu Lintas Lebaran Makin Padat, Contraflow KM 55 Tol Japek Diperpanjang hingga KM 70

22 March 2026, 13:45 WIB
Lalu Lintas Lebaran Makin Padat, Contraflow KM 55 Tol Japek Diperpanjang hingga KM 70

Kepolisian memperpanjang jarak rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 55 sampai dengan KM 70 arah Cikampek pada Tol Jakarta-Cikampek (Japek), mulai pukul 12.24 WIB. Hal itu demi mengantisipasi peningkatan volume kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa dalam periode arus mudik Lebaran 2026.

Rekayasa lalu lintas contraflow tersebut diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, serta koordinasi antara Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dan kepolisian untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.

Vice President Corporate Secretary & Legal Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menyampaikan, penerapan contraflow merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah Cikampek.

"Pemberlakuan contraflow 2 lajur dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek dilakukan atas diskresi kepolisian sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan yang menuju wilayah Timur Trans Jawa," tutur Ria dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

"JTT bersama pihak kepolisian terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal," sambungnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.

Pengguna jalan juga diharapkan menjaga jarak aman, memperhatikan rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

Sempat Lakukan Penyesuaian

Sempat Lakukan Penyesuaian

Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian melakukan penyesuaian skema rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Tol Japek).

"Akses masuk contraflow di KM 55 ditutup sementara dan dialihkan melalui KM 47 hingga KM 65 pada pukul 10.05 WIB," kata VP Corporate Secretary and Legal JTT Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

Menurut dia, penerapan buka-tutup akses contraflow dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kapasitas jalan, serta efektivitas penguraian kepadatan lalu lintas.

"Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan, khususnya pada titik-titik dengan volume kendaraan tinggi," ungkap Ria.

Sumber : Liputan6.com