Wisatawan Diminta Tak Bermain Air di Pantai Selatan DIY Saat Libur Lebaran, Ini Alasannya
21 March 2026, 23:00 WIB
Potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan mewarnai libur Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di kawasan pantai selatan. Pemerintah mengingatkan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berisiko di tengah ancaman hujan dadakan, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan peringatan tersebut saat apel kesiapsiagaan pengamanan wisata Satlinmas Rescue Istimewa se-DIY di Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul.
Menurut Ruruh, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama libur Lebaran masih berpotensi berubah secara cepat dan sulit diprediksi.
"Selama libur Lebaran ini memang ada potensi hujan dadakan bahkan hujan ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Selain itu, gelombang di pantai selatan juga diperkirakan cukup tinggi dan berbahaya," ujar Ruruh, dikutip Sabtu (21/3/2026).
Ia menekankan bahwa karakter ombak di pantai selatan DIY tidak bisa dianggap remeh, sehingga wisatawan diminta mematuhi setiap imbauan petugas.
"Ombak di pantai selatan ini dikenal kuat dan memiliki arus balik yang berbahaya. Kami sangat menyarankan wisatawan untuk tidak bermain air di laut, karena risikonya cukup tinggi," tegasnya.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup kawasan wisata. Wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung dengan catatan mengutamakan keselamatan.
"Silakan menikmati keindahan pantai, tetapi tetap di area aman dan patuhi rambu-rambu yang sudah dipasang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," katanya.
Siapkan Langkah Mitigasi
Sebagai langkah mitigasi, BPBD DIY telah menyiapkan pos pendamping hidrometeorologi yang akan beroperasi selama 24 jam selama masa libur Lebaran.
"Kami menyiagakan personel selama 24 jam penuh untuk melakukan pemantauan cuaca dan memberikan respons cepat jika terjadi potensi bencana," jelasnya.
Setiap pos, lanjut Ruruh, diperkuat oleh personel gabungan dari BPBD kabupaten/kota.
"Minimal empat personel kami tempatkan di setiap pos untuk memastikan pemantauan berjalan optimal dan bisa langsung memberikan pendampingan kepada masyarakat maupun wisatawan," imbuhnya.
Ruruh juga mengungkapkan bahwa status siaga darurat hidrometeorologi di DIY berpotensi diperpanjang hingga 19 April 2026.
"Walaupun puncak musim hujan sudah lewat di Januari dan Februari, BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan dadakan dan angin kencang masih ada, sehingga status siaga kemungkinan akan kami perpanjang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi di sektor pariwisata.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul dan Satlinmas Rescue Istimewa untuk memastikan kesiapan pengamanan di destinasi wisata, khususnya yang berbasis alam," kata Nanang.
Libatkan Kelompok Wisata
Ia menambahkan bahwa pelibatan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan wisatawan.
"Kami juga menggandeng pokdarwis dan pelaku usaha agar mereka memahami dan menjalankan SOP keselamatan secara konsisten di lapangan," jelasnya.
Nanang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menghentikan sementara aktivitas wisata jika kondisi cuaca dinilai membahayakan.
"Jika terjadi hujan deras atau ada potensi banjir, khususnya di wisata air, maka aktivitas akan kami hentikan sementara sampai kondisi benar-benar aman," tegasnya.
Beberapa destinasi wisata yang menjadi perhatian antara lain Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk, hingga Cave Tubing Kalisuci yang rentan terhadap peningkatan debit air saat hujan.
"Destinasi seperti Goa Pindul, Sri Getuk, dan Kalisuci itu sangat bergantung pada kondisi alam. Kalau cuaca tidak memungkinkan, tentu akan kami tutup sementara demi keselamatan wisatawan," katanya.
Nanang berharap wisatawan dapat bekerja sama dengan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan dan keamanan bersama.
"Kami berharap wisatawan bisa lebih bijak, mematuhi imbauan petugas, dan tidak memaksakan diri saat kondisi cuaca tidak mendukung," pungkasnya.