VinFast Lanjutkan Proyek Pabrik Mobil Listrik di Amerika Serikat Usai Berhenti 18 Bulan

20 March 2026, 12:17 WIB
VinFast Lanjutkan Proyek Pabrik Mobil Listrik di Amerika Serikat Usai Berhenti 18 Bulan

VinFast belum menyerah dengan rencana membangun pabrik di Amerika Serikat. Jenama asal Vietnam itu disebut bakal melanjutkan kembali konstruksi fasilitas produksinya di North Carolina pada tahun ini, setelah sempat dihentikan lebih dari 18 bulan.

Informasi tersebut terungkap dari laporan keuangan terbaru perusahaan, yang juga menegaskan target produksi tetap dimulai pada 2028. Demikian disitat dari Carscoops, Jumat (20/3/2026).

Sebelumnya, VinFast pertama kali mengumumkan rencana pembangunan pabrik di Negeri Paman Sam tersebut, pada Maret 2022.

Saat itu, perusahaan menyebut produksi bisa dimulai secepat pertengahan 2024. Namun, target tersebut kemudian mundur ke 2025, sebelum akhirnya pengerjaan proyek dihentikan sementara.

Langkah VinFast melanjutkan proyek ini cukup menarik perhatian. Pasalnya, performa penjualannya di pasar Amerika Serikat masih sangat kecil.

Sepanjang tahun lalu, VinFast tercatat mendaftarkan kurang dari 1.500 unit mobil. Meski begitu, VinFast memang tampaknya tetap melihat pasar Negara Adidaya ini sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.

Di sisi lain, performa global VinFast justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada kuartal keempat 2025, penjualan VinFast mencapai 86.557 unit mobil, naik 127 persen secara kuartalan dan meningkat 63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara total, sepanjang 2025 VinFast mengirimkan 196.919 unit kendaraan, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian 2024.

Ekpansi Global VinFast

Kenaikan penjualan itu turut mendongkrak pendapatan perusahaan. Pada kuartal keempat 2025, pendapatan VinFast naik 138,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, perusahaan masih mencatat rugi bersih kuartalan sebesar US$ 1,3 miliar, yang berarti naik 15 persen.

Selain Amerika Serikat, VinFast juga menyiapkan ekspansi manufaktur di negara lain. Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut rencana pembukaan pabrik di India dan Indonesia.

Sementara itu, VinFast juga menyatakan terus mengevaluasi peluang untuk memperluas kehadiran ke negara dan kawasan lain di Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Perusahaan menambahkan, strategi ekspansi itu sejalan dengan pendekatan pengembangan global Vingroup yang lebih luas, dengan memanfaatkan ekosistem Vingroup, kemitraan, dan sumber daya modal untuk mendukung pertumbuhan internasional VinFast.

Sumber : Liputan6.com