Menkeu Purbaya Sebut Arah Restrukturisasi Utang Whoosh Sudah Diputuskan
13 March 2026, 13:25 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh telah menghasilkan keputusan dalam rapat pemerintah.
Rapat tersebut dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Namun, ia menegaskan bahwa hasilnya belum dapat disampaikan ke publik saat ini.
"Itu rapatnya sudah putus. Tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi akan mengumumkan, bukan saya." kata Purbaya kepada wartawan usai sidang Satgas Debottlenecking, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, arah langkah pemerintah terkait restrukturisasi utang proyek kereta cepat tersebut sebenarnya sudah jelas. Meski begitu, penyampaian detailnya akan dilakukan oleh pihak yang berwenang.
"Tapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa. Tapi belum saatnya dibuka ke Anda sekarang. Biar yang lebih tinggi yang memaparkan ya." ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah terus mengkaji rencana pengembangan kereta cepat Whoosh hingga wilayah Jawa Timur. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara paralel sambil menunggu penyelesaian restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Kereta Cepat Jakarta--Bandung (KCJB).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana tersebut.
Ia mengungkapkan telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia untuk membahas kelanjutan proyek kereta cepat yang direncanakan beroperasi hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
"Tahapan hari ini kita lakukan paralel," ujar AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut AHY, pengembangan jalur Whoosh tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan proyek yang saat ini masih dalam proses penataan kembali.
Karena itu, pemerintah akan memastikan restrukturisasi keuangan KCJB berjalan dengan baik sebelum proyek ekspansi kereta cepat ke wilayah lain dilanjutkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan proyek sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur transportasi berkecepatan tinggi dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Rencana Kereta Cepat Tembus Jawa Timur Tunggu Restrukturisasi Whoosh
Sebelumnya, Pemerintah terus mengkaji rencana pengembangan kereta cepat Whoosh hingga wilayah Jawa Timur. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara paralel sambil menunggu penyelesaian restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Kereta Cepat Jakarta--Bandung (KCJB).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana tersebut.
Ia mengungkapkan telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia untuk membahas kelanjutan proyek kereta cepat yang direncanakan beroperasi hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
"Tahapan hari ini kita lakukan paralel," ujar AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari Antara, Rabu (11/3/2026).
Menurut AHY, pengembangan jalur Whoosh tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan proyek yang saat ini masih dalam proses penataan kembali.
Karena itu, pemerintah akan memastikan restrukturisasi keuangan KCJB berjalan dengan baik sebelum proyek ekspansi kereta cepat ke wilayah lain dilanjutkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan proyek sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur transportasi berkecepatan tinggi dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Komitmen Pemerintah
AHY menegaskan restrukturisasi keuangan KCJB menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pengembangan proyek kereta cepat di masa depan.
Menurut dia, setelah solusi atas persoalan keuangan KCJB ditemukan, pemerintah dapat melanjutkan rencana ekspansi jaringan kereta cepat ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
"Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," jelasnya.
Meski demikian, AHY menegaskan pemerintah tetap memiliki komitmen untuk terus mengembangkan proyek Whoosh agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ubah Peta Pembangunan
Ia menilai kehadiran kereta cepat hingga wilayah timur Pulau Jawa berpotensi mengubah peta pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui jalur tersebut.
"Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan, sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur," imbuhnya.
Pengembangan jaringan kereta cepat juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.