PMI Jakbar Gencar Lakukan Donor Darah, Jaga Ketersediaan Stok selama Ramadan
15 March 2026, 10:30 WIB
PMI Jakbar atau Palang Merah Indonesia Jakarta Barat menggencarkan melakukan kegiatan donor darah untuk menjaga ketersediaan stok selama Ramadan.
Aksi kemanusiaan itu dilaksanakan selama lima hari di sejumlah lokasi, termasuk di Kantor Wali Kota setempat, mulai Senin (9/3) hingga Jumat (13/3) pukul 14.00- 20.00 WIB.
"Kami punya target 5.000 kantong, dari mulai 9 Maret sampai 13 Maret 2026. Kenapa kami lakukan di bulan puasa? Karena pada umumnya bulan puasa itu berkurang, ya. Termasuk kita juga kebutuhan golongan darah A, B dan O yang mulai menipis," ujar Ketua PMI Jakbar Amien Haji saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/3/2026).
Pihaknya berharap kegiatan ini membantu menopang kebutuhan stok darah di Jakarta.
"Dengan adanya kegiatan ini tentunya menopang untuk membantu pemasukan darah, ya. Yang kami butuhkan satu hari di Jakarta Barat itu ada 200 kantong. Untuk se-DKI mungkin 1.000 ya," kata dia.
Kegiatan itu menyasar pendonor dari kalangan ASN, PPPK dan PJLP Pemkot Jakarta Barat hingga masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya.
"Tapi yang pasti ASN dan teman-teman semua yang ada di sini, Jakarta Barat, ikut berpartisipasi menyumbangkan darahnya melalui donor darah Ramadan ini," jelas Amien.
Perumda Pasar Kota Tangerang Pantau Harga Pangan secara Berkala, Antisipasi Potensi Lonjakan Harga
Sebelumnya, Perumda Pasar Kota Tangerang, Banten melakukan pemantauan harga pangan secara berkala guna mengantisipasi potensi lonjakan harga serta menjaga stabilitas pasokan pangan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.
Direktur Perumda Pasar Kota Tangerang Dedi Ochen di Tangerang, Sabtu mengatakan saat ini harga cabai rawit merah masih cukup tinggi yakni sekitar Rp 100.000 per kilogram.
"Sedangkan cabai merah keriting dijual sekitar Rp40 irbu per kilogram dan cabai merah besar sekitar Rp50 ribuper kilogram. Kenaikan karena beberapa faktor karena permintaan tinggi," ujar Dedi, melansir Antara, Minggu 8 Maret 2026.
Namun demikian, lanjut dia, Perumda Pasar memastikan ketersediaan bahan pangan di Pasar Anyar masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
"Untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp62.000 per kemasan 5 kilogram," kata Dedi.
Pastikan Ketersediaan
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono memastikan ketersediaan beras, cabai, bawang, daging, telur, gula, hingga minyak goreng tercatat mencukupi saat bulan Ramadan.
Ia menekankan periode Ramadan dan Idul Fitri merupakan momentum krusial yang kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pangan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang terukur dan kolaboratif.
"Ramadan dan Idulfitri selalu diiringi kenaikan permintaan. Kita harus memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani," ucap Maryono.
Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan harga harian di pasar tradisional, penguatan kerja sama dengan distributor dan daerah pemasok, serta peningkatan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan.
"Kita ingin memastikan sistem pengendalian berjalan dari hulu ke hilir secara optimal. Jangan sampai ada spekulasi atau hambatan distribusi yang merugikan masyarakat," jelas Maryono.