Waketum Golkar Idrus Marham Respons Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Perdamaian Dunia

02 March 2026, 13:35 WIB
Waketum Golkar Idrus Marham Respons Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Perdamaian Dunia

Waketum atau Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik yang mengkoordinasikan Bidang Luar Negeri Idrus Marham mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Idrus mencatat, serangan tersebut tidak hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menjadi preseden buruk berbahaya dalam tata hubungan internasional.

"Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia," tegas Idrus seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Idrus menyebut, serangan juga menerobos keasasian Wilayah dan Otoritas Negara lain. Bahkan mencederai rasa keagamaan Umas Islam se dunia.

"Pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka," wanti dia.

Serangan Dinilai Langgar Prinsip Kedaulatan

Usai Bertemu Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Idrus menegaskan pandangan Bahlil bahwa setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati. Ia menyebut tindakan militer sepihak sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer," terang Idrus.

Soroti Dampak Kemanusiaan dan Serukan Peran Aktif Indonesia

Soroti Dampak Kemanusiaan dan Serukan Peran Aktif Indonesia

Idrus juga menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan apalagi serangan yang dilakukan Amerika dan Israel bertepatan dengan bulan Suci Ramadan.

Berdasarkan laporan media internasional, serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk kawasan Teheran.

"Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Ketika bom dijatuhkan yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan," ucap Idrus.

Idrus juga menyampaikan, sikap politik Ketua Umum Bahlil untuk mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas dalam forum internasional untuk menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.

"Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam," kata dia.

Ia meminta agar jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik meluas.

"Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global, termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional," Idrus menutup.

Trump Klaim Kantongi 3 Nama Calon yang Layak Pimpin Iran

Trump Klaim Kantongi 3 Nama Calon yang Layak Pimpin Iran

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah menyiapkan tiga kandidat untuk memimpin Iran, menyusul langkahnya melancarkan operasi militer yang ditujukan untuk menggulingkan kepemimpinan ulama di Teheran.

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu 1 Maret 2026 waktu setempat, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah mengantongi "tiga pilihan yang sangat baik" untuk memimpin negara tersebut.

Namun, ia menolak membeberkan identitas para kandidat itu.

"Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari kita selesaikan pekerjaan ini dulu," ujar Trump, dikutip dari laman Gulf News, Senin (2/3/2026).

Pernyataan tersebut menandai sikap terbaru Gedung Putih yang secara terbuka membicarakan skenario pascakepemimpinan di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai bentuk pemerintahan yang diinginkan AS maupun mekanisme transisi kekuasaan yang dimaksud.

Langkah Trump meluncurkan operasi militer terhadap rezim ulama Iran telah memicu perhatian luas komunitas internasional. Sejumlah pihak mempertanyakan implikasi hukum dan geopolitik dari kebijakan tersebut, termasuk potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Gedung Putih belum memberikan penjelasan tambahan terkait kriteria atau latar belakang tiga nama yang disebutkan Trump. Pemerintah Iran sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi klaim tersebut.

Situasi di kawasan kini berada dalam sorotan tajam, dengan dinamika politik dan keamanan yang diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa hari ke depan.

Infografis Donald Trump Klaim AS Akan Ambil Alih Gaza. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com