Ide Usaha Ternak Modal Kecil di Yogyakarta, Cuan dalam Mingguan
28 February 2026, 10:00 WIB
Mencari ide usaha ternak modal kecil di Yogyakarta bisa menjadi langkah cerdas bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan risiko terukur. Yogyakarta memiliki pasar yang stabil, mulai dari kebutuhan rumah tangga, warung makan, hingga sektor kuliner yang terus berkembang. Hal ini membuat peluang usaha peternakan skala kecil tetap menjanjikan sepanjang tahun.
Ketersediaan pakan, akses bibit, serta komunitas peternak yang cukup aktif membuat proses belajar dan pengembangan usaha menjadi lebih mudah.
Dengan perencanaan yang tepat, beberapa pilihan ternak dari Liputan6.com, Rabu (25/02/25) berikut dapat Anda mulai dengan modal terbatas namun tetap berpotensi menghasilkan keuntungan stabil.
1. Ternak Ikan Lele
Sebagai komoditas yang permintaannya tidak pernah sepi, ikan lele menjadi pilihan favorit dalam ide usaha ternak modal kecil di Yogyakarta. Banyak warung makan dan pecel lele membutuhkan pasokan rutin setiap hari sehingga pasarnya cenderung stabil.
Untuk memulai, Anda bisa menggunakan kolam terpal berukuran 2 x 3 meter dengan estimasi modal awal sekitar 2 hingga 3 juta rupiah termasuk bibit dan pakan. Perawatan cukup dengan menjaga kualitas air, memberi pakan 2 hingga 3 kali sehari, serta menyortir ukuran agar pertumbuhan merata. Panen dapat dilakukan dalam 2,5 hingga 3 bulan dengan harga jual Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu rupiah per kilogram.
2. Burung Puyuh
Dalam skala usaha rumahan, burung puyuh dikenal produktif dan tidak membutuhkan lahan luas. Telurnya banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga hingga usaha kuliner.
Modal awal sekitar Rp 3 hingga Rp5 juta rupiah untuk 100 ekor sudah termasuk kandang sederhana dan pakan. Perawatan meliputi pemberian pakan khusus puyuh petelur, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan pencahayaan cukup. Puyuh mulai bertelur pada usia sekitar 6 minggu dan bisa menghasilkan telur hampir setiap hari, sehingga perputaran modal relatif cepat.
3. Kelinci
Bagi Anda yang ingin menyasar pasar ganda, kelinci bisa menjadi pilihan menarik. Hewan ini memiliki nilai jual sebagai ternak pedaging sekaligus hewan peliharaan.
Estimasi modal awal berkisar Rp2 hingga Rp4 juta rupiah untuk beberapa indukan dan kandang sederhana. Perawatannya mencakup pemberian pakan hijauan segar, tambahan pelet, serta menjaga kandang tetap kering agar tidak lembap. Masa panen kelinci pedaging sekitar 3 hingga 4 bulan dengan harga jual Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu rupiah per ekor tergantung ukuran dan jenisnya.
4. Maggot
Sebagai alternatif pakan berprotein tinggi, maggot kini semakin diminati para peternak. Budidaya larva ini cocok bagi Anda yang ingin memulai usaha dengan modal sangat terbatas.
Modal awal bisa dimulai dari Rp 1 hingga Rp 2 juta rupiah untuk wadah dan media organik. Cara merawatnya cukup sederhana yaitu menyediakan limbah organik sebagai pakan dan menjaga kelembapan media tetap stabil. Panen dapat dilakukan dalam 14 hingga 21 hari. Harga jual maggot segar berkisar Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu rupiah per kilogram dengan biaya produksi yang rendah sehingga margin cukup menjanjikan.
5. Bebek
Dengan pasar kuliner yang kuat di Yogyakarta, bebek memiliki peluang usaha yang stabil. Banyak rumah makan membutuhkan pasokan daging bebek secara rutin.
Modal awal sekitar Rp 5 hingga Rp 8 juta rupiah untuk 100 ekor bibit, kandang, dan pakan awal. Perawatan meliputi pemberian pakan teratur, penyediaan air minum yang cukup, serta menjaga kebersihan kandang agar tidak lembap. Bebek pedaging bisa dipanen dalam waktu sekitar 2 bulan dengan harga jual 35 ribu hingga 45 ribu rupiah per ekor.
6. Ayam Petelur Skala Kecil
Untuk pemasukan harian yang lebih stabil, ayam petelur skala kecil bisa menjadi pilihan aman. Permintaan telur ayam di pasar tradisional dan UMKM kuliner cukup tinggi sepanjang tahun.
Estimasi modal sekitar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta untuk 100 ekor ayam dan kandang baterai sederhana. Ayam mulai bertelur pada usia sekitar 5 bulan. Perawatan meliputi pemberian pakan berkualitas, vaksinasi rutin, serta menjaga kebersihan kandang. Produksi telur harian membuat arus kas lebih teratur dan mudah diprediksi.
7. Ikan Nila
Jika Anda mencari komoditas air tawar yang pertumbuhannya cepat dan tahan penyakit, ikan nila layak dipertimbangkan. Pasarnya luas karena diminati rumah makan dan pasar tradisional.
Modal awal berkisar Rp 3 hingga Rp 5 juta rupiah untuk kolam terpal atau kolam tanah beserta bibit dan pakan. Perawatan meliputi pemberian pakan teratur, menjaga kadar oksigen air, serta mengontrol kepadatan tebar. Masa panen sekitar 4 hingga 5 bulan dengan harga jual Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu rupiah per kilogram, menjadikannya salah satu ide usaha ternak modal kecil di Yogyakarta yang cukup menjanjikan.
People Also Asked (PAA)
Berapa modal minimal untuk memulai usaha ternak kecil di Yogyakarta?
Modal minimal bisa dimulai dari 1 hingga 3 juta rupiah tergantung jenis ternaknya. Maggot dan lele biasanya paling terjangkau untuk pemula.
Ternak apa yang paling cepat panen dengan modal kecil?
Maggot dan lele termasuk yang paling cepat panen. Maggot bisa dipanen dalam waktu kurang dari satu bulan, sementara lele sekitar tiga bulan.
Apakah usaha ternak skala kecil tetap menguntungkan?
Ya, selama manajemen pakan dan perawatan efisien, margin keuntungan bisa cukup baik. Permintaan pasar di Yogyakarta juga relatif stabil.
Bagaimana memilih ide usaha ternak modal kecil yang tepat?
Pertimbangkan luas lahan, waktu perawatan, dan akses pasar. Pilih ternak yang sesuai dengan kemampuan Anda agar risiko dapat ditekan.