Beras Bulog Segera Dijual di Jaringan Ritel Modern Arab Saudi
23 February 2026, 16:00 WIB
Perum Bulog tidak akan berhenti sebatas ekspor beras untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Nantinya, beras Bulog akan dijual di dua toko ritel moderen terbesar di Arab Saudi.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, ekspor kebutuhan jemaah haji jadi tahap awal. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan ekspor kebutuhan jemaah umrah, dan segera masuk ke pasar ritel moderen bagi masyarakat di Arab Saudi.
"Kemarin kami sudah survei ke Saudi, ketemu dengan para importir dan para pengusaha di sana, bahwa peluang untuk beras Indonesia itu sangat besar di Saudi Arabia," kata Rizal, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dia mencatat, ada 2 juta orang jemaah umrah asal Indonesia setiap tahunnya. Belum lagi, banyak orang asli Indonesia yang bekerja dan menetap di Arab Saudi yang juga jadi peluang bagi ber Bulog.
"Oleh karena itu banyak pengusaha-pengusaha sana yang tertarik untuk setelah nanti ada ekspor beras haji, akan dilanjutkan dengan ekspor beras umroh dan untuk masyarakat yang ada di Saudi Arabia," ungkapnya.
Rizal bilang, beras premium Bulog akan dipasok ke dua jaringan ritel besar di Arab, yakni Bin Dawood dan LuLu Hypermarket. "Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji," ujar dia.
Bulog Ekspor Beras ke Arab Saudi Pekan Ini
Sebelumnya, Perum Bulog akan mulai mengurim beras premium ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026. Ekspor beras ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia.
Jumlah Beras yang Diekspor
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan sebanyak 2.280 beras diekspor sesuai pesanan dari Kementerian Haji dan Umroh. Pengiriman dilakukan dalam dua tahap, pertama pada 28 Februari 2026 dan kedua, 4 Maret 2026.
"Yang tanggal 28 (Februari) kita prioritaskan untuk yang para petugas-petugas haji dulu, karena petugas haji datang mendahului di sana," kata Rizal, ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Butuh Waktu
Dia mencatat, nilai ekspor perdana ke Arab Saudi ini senilai Rp 150 miliar. Diperkirakan butuh waktu 1-1,5 bulan untuk mengirimkan beras dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
"Intinya kita bagi dua nanti, kita bagi dua supaya tidak terlalu penuh kapalnya dan kita menjaga kalau ada apa-apa di jalan, kita masih punya cadangan 2 kapal," ujarnya.
Perum Bulog hanya memastikan beras sesuai pesanan dikirim dari Jakarta ke Jeddah. Soal penyalurannya, akan ditangani oleh importir di Arab Saudi.
"Jadi importirnya yang bertanggung jawab mulai dari nanti Pelabuhan Jeddah sampai ke dapur-dapur. Jadi kami dari Bulog hanya mengirim dari Pelabuhan Tanjung Priok sampai dengan Pelabuhan Jeddah. Kemudian sampai di Pelabuhan Jeddah, itu ditanggung oleh importir, direncanakan ada dua importir," tutur Rizal.
Perdana RI Ekspor Beras ke Arab
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan Indonesia akan mengekspor beras ke Arab Saudi. Jumlahnya mencapai 2.280 ton untuk kebutuhan jemaah haji mendatang.
Zulkifli mengatakan, kepastian ini diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) ekspor beras kebutuhan jemaah haji.
"Kita akan ekspor beras ke Arab Saudi ya. Untuk tahap pertama ini, perdana ya, untuk perdana ini kira-kira 2.000 ton saudara-saudara sekalian, 2.280 ton ya," kata Zulkifli usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).