Mengisi Daya HP hingga 100 Persen Bisa Merusak Baterai, Mitos atau Fakta?

19 February 2026, 08:00 WIB
Mengisi Daya HP hingga 100 Persen Bisa Merusak Baterai, Mitos atau Fakta?

Banyak pengguna mengisi daya HP semalaman atau hingga mencapai100 persen. Tak sedikit pula yang mendengar anggapan bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak kurang baik terhadap masa pakai baterai dalam jangka panjang.

Direktur Pusat Mesin Elektrokimia di Penn State University, Chao-Yang Wang, menyebut kalau pandangan itu ada benarnya alias bukan mitos.

Menurut dia, baterai cenderung mengalami penurunan performa lebih cepat jika terus diisi hingga penuh dibandingkan saat dipertahankan pada level daya yang sedikit lebih rendah.

"Faktanya, baterai akan menurun lebih cepat jika kamu mengisi dayanya hingga 100 persen versus status pengisian daya yang sedikit lebih rendah," ujar Wang sebagaimana dikutip dari Huffpost, Kamis (19/2/2026).

Wang juga mengungkapkan bahwa kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen dapat membuat baterai mengalami penurunan kualitas sekitar 10 hingga 15 persen lebih cepat sepanjang masa pakainya, dibandingkan pengisian daya secara konsisten dibatasi pada level yang lebih rendah, seperti 90 persen.

Pengguna Tidak Boleh Mengisi Daya Ponsel Hingga 100 Persen

Mengisi daya ponsel hingga 100 persen secara terus menerus tidak bagus untuk baterai, hal ini pengguna tidak boleh mengisi daya baterai sampai penuh.

Wang menjelaskan, hal tersebut kembali bergantung pada kebutuhan serta kenyamanan masing-masing pengguna. Ia menuturkan, saat menghadapi hari yang padat atau krusial, pengguna disarankan mengisi daya hingga 100 persen agar memiliki cadangan daya lebih besar dan waktu pemakaian yang lebih panjang.

Dalam kondisi tertentu, pengisian daya ponsel dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, saat akan melakukan perjalanan yang padat pengguna disarankan mengisi baterai hingga penuh.

Namun, jika lebih banyak beraktivitas di rumah, mengisi daya cukup hingga 85 persen--90 persen dapat membantu memperpanjang usia baterai dalam jangka panjang.

Selain itu, pengguna juga tidak disarankan membiarkan baterai turun hingga 0 persen secara rutin. Idealnya, pengisian daya dilakukan saat baterai berada di kisaran 20 persen. Menjaga level baterai di rentang 20 persen hingga 80 persen dianggap sebagai kondisi paling optimal untuk menjaga kesehatan baterai ponsel.

Jaga Suhu Ponsel untuk Menjaga Performa Baterai

Mengisi daya ponsel dalam kondisi suhu ekstrem juga dinilai berisiko terhadap kesehatan baterai. Wang mengungkapkan, baterai justru lebih rentan terhadap suhu yang terlalu dingin maupun terlalu panas. Ia menambahkan, potensi kerusakan dalam kondisi suhu ekstrem bisa lebih besar dibandingkan mengisi daya hingga 100 persen dalam suhu normal.

Ia menjelaskan, sebagian besar smartphone telah dirancang untuk menyesuaikan tingkat pengisian daya ketika digunakan di kondisi iklim berbeda. Hal ini yang membuat notifikasi peringatan suhu terlalu panas kerap muncul di layar perangkat.x

Wang mengingatkan, apabila peringatan tersebut muncul secara berulang, pengguna perlu lebih waspada dan mulai memperhatikan pola penggunaan baterai.

Sejalan dengan itu, seorang profesor madya teknik mesin dan industri di New Jersey Institute of Technology bernama Dibakar Datta menyarankan agar ponsel sebisa mungkin digunakan dan disimpan pada suhu ruangan guna menjaga kesehatan baterai tetap optimal.

Waspada Terhadap Pengisian Daya Cepat

Mengisi daya ponsel dengan cepat memang kerap menjadi pilihan praktis. Namun, para ahli menyarankan fitur tersebut tidak digunakan terlalu sering.

Pengisian daya secara lambat dinilai lebih disarankan. Datta menjelaskan, saat pengisian dilakukan dengan sangat cepat, panas dalam baterai akan dihasilkan. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat penurunan kualitas baterai seiring waktu.

"Baterai yang terlalu panas juga berisiko membahayakan, bahkan dalam beberapa kasus ponsel pernah terbakar," kata Datta.

Pengguna bisa mengecek kesehatan baterai di pengaturan ponsel atau di toko resmi. Jika di bawah 80 persen, ia menyarankan untuk menggantinya.

Infografis Baterai Ponsel Meledak (Liputan6.com/Triyasni)
Sumber : Liputan6.com