Honda Ketikung BYD, Penjualan Mobil Januari 2026 Naik 7 Persen
14 February 2026, 18:19 WIB
Penjualan mobil nasional secara wholesale sales (pabrik ke dealer) pada Januari 2026, mencatatkan peningkatan tipis sebesar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari segi angka, pada bulan pertama tahun ini, jumlah roda empat yang terkirim sebanyak 66.447 unit, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 62.084 unit.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sedangkan dari segi retail atau dealer ke konsumen, meningkat 4,5 persen menjadi 66.936 unit.
Sedangkan berdasarkan merek, persaingan juga semakin ketat, dengan wholesales pabrikan China terus mencoba mengusik dominasi Jepang. BYD, pada Januari 2026, berhasil menyalip dua merek sekaligus yaitu Honda dan Suzuki.
Secara peringkat, Toyota masih jadi raja dengan penjualan 20.078 unit, disusul Daihatsu 12.513 unit, dan Mitsubishi 6.898 unit.
Di tempat keempat ada BYD, dengan penjualan 4.879 unit mengalahkan Honda yang hanya 4.016 unit dan Suzuki 2.783 unit.
Peringkat tujuh, ada Mitsubishi Fuso yang berhasil menjual sebanyak 2.332 unit, Isuzu 2.170 unit, Jaecoo 2.025 unit, dan Hino 1.556 unit.
Sementara itu, dari segi retail sales, BYD ternyata tetap berada di luar lima besar, dan lagi-lagi Toyota tetap berkuasa dengan penjualan sebanyak 22.066 unit, daihatsu 11.202 unit, Mitsubishi 6.141 unit.
Posisi keempat masih ada Suzuki dengan penjualan sebanyak 5.501 unit, Honda di posisi kelima dengan penjualan 4.233 unit, disusul Mitsubishi Fuso 2.538 unit, dan BYD di posisi ketujuh dengan penjualan 2.516 unit, Isuzu 2.058 unit, Jaecoo 2.031 unit, dan Hino 1.656 unit.
Gaikindo Pasang Target Penjualan Mobil 2026 850 Ribu Unit
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menetapkan target penjualan kendaraan roda empat pada 2026, sebesar 850 ribu unit. Angka tersebut, sudah menjadi kesepakatan internal, antara pelaku industri otomotif Tanah Air.
"Jadi, pada dasarnya kita kemarin sudah sepakat, pada tahun ini kita mematok target sebanyak 850 ribu unit," ujar Sekretaris Gaikindo, Kukuh Kumara, saat ditemui di sebuah diskusi yang digelar oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML), di Jakarta, belum lama ini.
Meski target sudah ditetapkan, Kukuh menyatakan bahwa angka tersebut bisa berubah tergantung dinamika pasar dan kebijakan baru yang mungkin muncul.
"Kalau misalnya ada perkembangan baru, ada kebijakan baru, ya mungkin kita akan lihat lagi," tambahnya.
Gaikindo sendiri, melihat sejumlah peluang, sekaligus tantangan yang bisa mempengaruhi target penjualan pada tahun ini. Salah satunya, adalah momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri, yang secara tradisional mampu meningkatkan minat pembelian kendaraan. Namun, libur panjang itu juga mengurangi hari kerja di pabrik sehingga berpotensi menekan produksi.