Caplok Bisnis RS Pertamina, Danantara Bakal Bentuk Holding Rumah Sakit
10 February 2026, 20:52 WIB
PT Danantara Asset Management (DAM) akan mengambil alih bisnis rumah sakit dari perusahaan BUMN, termasuk dari PT Pertamina (Persero). Nantinya, Danantara akan membentuk Holding BUMN Rumah Sakit tersendiri.
Hal tersebut diungkap Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Dia mengatakan, konsolidasi rumah sakit, termasuk milik Pertamina menjadi salah satu prioritas di tahun 2026 ini.
"Banyak rumah sakit kita, jadi nanti IHC itu diambil oleh Danantara, jadi holding sendiri, rumah sakit," kata Dony, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dia mengatakan, langkah ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pertamina yang akan difokuskan pada bisnis minyak dan gas bumi (migas). Bisnis di luar itu akan dilepas dan digabung dengan bisnis serupa di anak-anak usaha BUMN lain.
"Jadi mulai dari yang paling dekat itu pasti IHC (Indonesia Health Care), rumah sakit ya, hotel, kemudian tadi airlines, asuransi lagi kita review, kemudian bisnis yang lainnya apa lagi, ada juga yang kita, apa namanya, divestasi, kemudian bisnis yang non-related, itu kita lakukan proses," tutur dia.
Dia menargetkan proses konsolidasi bisnis BUMN ini bisa selesai pada 2026 ini. Mengingat lagi banyaknya jumlah BUMN yang bakal dikonsolidasi.
"Jadi memang nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, kita ubah bisnis modelnya, jadi lebih baik, lebih proper, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri," jelas dia.
Holding Maskapai BUMN
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN. Konsolidasi itu ditargetkan selesai pada kuartal I-2026 ini.
Dony memastikan nantinya Garuda Indonesia akan menjadi induk holding membawahi Pelita Air dan Citilink. Langkah ini memastikan kalau maskapai pelat merah tak gabung dengan Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, InJourney.
"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka. Iya Garuda Indonesia induk, (bawahnya) ada Citilink, ada Pelita," ungkap Dony, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Tak Bakal Jadi Beban
Dony menjelaskan, hal ini sejalan dengan transformasi perusahaan pelat merah yang disusun. "Makanya saya selalu bilang, kita harus pisahkan antara problem dengan konsep, secara bisnis itu dia harus menyatu di dalam satu ekosistem airlines kita kan," ujar dia.
Kepala Badan Pengaturan BUMN ini juga memastikan Garuda Indonesia tak akan menjadi beban maskapai pelat merah lainnya. Pasalnya, proses penyehatannya sudah dilakukan secara serius.
"Nanti masalah ketakutan masyarakat bahwa ini nanti jadi problem kalau bergabung, kan itu kita sudah akan berbaik kan? Pasti kita harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus," jelas Dony Oskaria.