Hellprint Supermusic United Day 9 Digelar Lebih Wah, Slank Jadi Titik Pertemuan Lintas Generasi
09 February 2026, 20:00 WIB
Pagelaran musik akbar dan mewah tersaji di helatan Hellprint Supermusic United Day 9, Minggu (8/2/2026), di Tritan Point, Bandung. Mengusung tema "Unsplit & Equal", acara ini hadir sebagai meeting point berbagai genre, generasi, dan latar belakang.
Puluhan musisi dan band ternama lintas genre, seperti Slank, Burgerkill, The SIGIT, FSTVLST, The Adams, Rebellion Rose, tampil di panggung megah dengan pencahayaan dan efek visual yang menawan, termasuk permainan laser di setiap stage.
Tak heran acara yang sekaligus perayaan 15 tahun gerakan musik kolaborasi Hellprint dan Supermusic ini, mendapat sambutan luar biasa. Antusiasme penonton tak pernah surut sejak awal acara di siang hari hingga larut malam. Mereka masih semangat menyaksikan grup band kesayangannya di 5 panggung berbeda.
Terlebih ketika pagelaran memasuki sore hari, suasana di arena musik semakin heboh saat muncul grup band legendaris Indonesia, Slank. Kehadiran, Bimbim, Kaka, Abdee dan Ridho menambah festival musik terbesar di Tanah Air ini kian meriah dan semarak.
Apalagi penampilan atraktif sang vokalis, Kaka, memancing penonton ikut larut dalam suasana. Diawali lagu hits mereka, "I Miss You But I Hate YouI Miss You But I Hate You", hampir 10 lagu merek bawakan.
Setelah jeda sejenak, panggung diisi grup band Burgerkill. Band metal legendaris asal Bandung, yang kerap terlibat acara Hellprint dan Supermusic ini, juga menyapa para penggemarnya dengan lagu-lagu andalannya. Semangat para penonton tak surut meski waktu beranjak malam. Terlebih dengan kehadiran grup ternama lainnya Fstvlst dan Rebellion Rose.
Punya Ide dan Terobosan Baru
Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang, yang ditemui media di sela-sela acara, menjelaskan, angka 15 di United Day 9 merujuk pada perjalanan kerjasama bersama Hellprint selama 15 tahun ini.
Menurut Tries, kolaborasi dengan Hellprint tidak hanya lewat United Day, tetapi juga melalui berbagai program lain seperti Monster of Noise, Kecil Tapi Party, Nge-Gigs, dan program-program musik lainnya. "Bagi Supermusic, perjalanan 15 tahun ini adalah sebuah kebanggaan, karena bisa berkolaborasi dalam waktu yang panjang dan konsisten," kata Tries Pondang.
Di United Day ke-9 ini, kata Tries, membuktikan kreativitasnya tidak pernah habis. Mereka selalu punya ide, konsep, dan terobosan baru. "Itu yang terus kami dorong dan tantang agar United Day selalu berkembang".
Tries menjelaskan, daya tarik acara ini muncul dari rasa nyaman dan kepercayaan penonton terhadap perjalanan United Day dari edisi pertama sampai sekarang. Jika merasa event ini selalu memberi pengalaman yang memuaskan, otomatis mereka akan kembali dan menunggu edisi berikutnya.
"Selain itu, selalu ada unsur kebaruan dari hasil kolaborasi Supermusic dan Hellprint. Ada sesuatu yang "wah" dan berbeda setiap tahunnya, dan itu yang dicari penonton."
Kehadiran Slank Jadi Daya Tarik
Sementara itu, promotor Hellprint, Dany Kajul, yang ditemui media mengaku kaget dengan membludaknya penonton di acara ini. "Nggak nyangka akan sebanyak ini, Sampai tadi malam aja sampai pukul 19.00 WIB, masih ada sekitar 4.000 orang yang masih berada di luar," katanya.
Ia memperkirakan jumlah penonton United Day 9 menembus belasan ribu orang, menjadikannya salah satu edisi terbesar sepanjang sejarah festival ini.
Ditanya hal apa yang membuat acara Hellprint dan United Day kali ini menjadi spesial, Dany Kanjul mengaku salah satunya adalah tentu kehadiran Slank. Itu bukan keputusan asal. Banyak permintaan masuk, terutama lewat DM, agar Kaka dkk diundang. "Setelah saya perhatikan, sekarang grup band ini juga punya basis penonton anak muda. Sementara target kami ada di rentang usia 18--35 tahun, jadi akhirnya kami putuskan mengundang Slank," ujarnya.
Selain itu ada Burgerkill dengan vokalis baru, yang tampil kolaborasi dengan Anime String Orchestra Bandung, sekitar 12 orang di atas panggung.
Dany berharap kolaborasi Hellprint dan Supermusic tidak hanya Bandung-sentris. Dan sebetulnya pernah juga digelar tur di empat provinsi dan 96 kota sekitar tahun 2016--2017. Mudah-mudahan setelah Lebaran tahun ini, rencana tur bisa kembali dijalankan.
Ruang Pertemuan Lintas Generasi
Personel Slank, Bimbim, mengaku selalu antusias setiap mendengar kabar festival musik keras seperti United Day. "Happy ya tiap tahun dengar ada acara musik keras. Sampai mikir mau bawain lagu apa, bahkan kepikiran bawain lagu 'Anjing' yang jarang banget dibawain," katanya.
Bimbim menilai United Day 9 sebagai ruang pertemuan lintas generasi. "Ini bukan cuma soal main musik, tapi soal gen lama ketemu gen baru. Musik bikin semuanya nyambung."
Salah satu grup band yang tampil di acara Supermusic United Day 9 adalah The SIGIT. Vokalis Rektivianto Yoewono merasa bangga sudah sering tampil di United Day. Mereka merasa dirangkul oleh genre musik yang sebenarnya dan juga mendapatkan apresiasi dari komunitas musik keras.
Terlebih mereka pun sangat antusias mengikuti festival ini. "Kalau yang keperhatian dari atas panggung sih ya penonton sangat terlihat menikmati yang keperhatian juga enggak hanya yang menonton dan menikmati itu enggak hanya penonton yang pakai kaos The SIGIT tapi ada banyak yang pakai kaos metal dan band-band lain yang ada di acara malam ini."
Di sisi lain, Rektivianto berharap Hellprint ini bisa memperluas jangkauannya ke ke luar Bandung. "Ada rangkaian sampai ke ya setidaknya Jawa Barat. Kalau bisa sampai Jakarta, Pulau Jawa aja dulu. Supaya bisa mengharumkan nama Bandung."