Video Viral Turis Pesan Makan di Rumah Duka, Dikira Food Court
06 February 2026, 09:00 WIB
Turis asing di Thailand selatan, yang sedang mencari tempat duduk untuk menikmati minuman, memasuki area tenda di dekat pasar malam tempat upacara pemakaman sedang berlangsung. Mereka mengira itu adalah food court.
Melansir CNA, Kamis, 5 Februari 2026, setelah diberitahu bahwa itu bukan tempat makan, mereka tampak terkejut dan meminta maaf, sebelum dengan sopan bertanya apakah mereka boleh tinggal, seperti yang dilaporkan situs berita Thailand Thairath Online.
Tuan rumah setuju dan kemudian menawarkan makanan dan minuman pada mereka, termasuk teh es Thailand dan kue-kue tradisional. Video kejadian ini, yang terjadi di distrik Khanom, Provinsi Nakhon Si Thammarat, telah beredar luas di internet dan jadi viral.
Video tersebut pertama kali diunggah di Facebook pada 31 Januari 2026 oleh Charantorn Chareomkiad, anggota keluarga almarhum. Di klip tersebut, terlihat dua pria Kaukasia duduk di meja yang disiapkan untuk tamu pemakaman, sementara seorang wanita Thailand menyajikan air minum pada mereka.
Charantorn, yang merekam adegan tersebut, terdengar bercanda di latar belakang, "Hei, mari kita tanyakan pada mereka. Apakah mereka mengira ini food court?" Ia kemudian tertawa dan membiarkan anggota keluarganya melanjutkan menyajikan makanan pada para turis yang tidak curiga.
Keluarga almarhum yang menyajikan makanan dan minuman pada pelayat dan mereka yang menghadiri pemakaman adalah praktik adat di Thailand. Hal itu dimaksudkan sebagai isyarat penghargaan pada para tamu, dan cara untuk berbuat kebajikan atas nama almarhum, menurut The Thaiger.
Rombongan Turis Lainnya
Kesalahpahaman serupa terjadi keesokan harinya, ketika tiga bersaudara dari Belanda memasuki rumah duka yang sama dan memesan minuman dan koktail beku, menurut Thairath Online. Mereka salah mengira tempat itu sebagai tempat makan karena ada orang-orang yang duduk di meja-meja di sana.
Mereka terkejut ketika diberitahu bahwa itu adalah rumah duka, tapi tuan rumah sekali lagi menyambut mereka dan memberi mereka lima piring dan mangkuk makanan, termasuk kari.
Dalam video kedua di Facebook yang diunggah oleh Charantorn pada Senin, 2 Februari 2026, keterangannya berbunyi, "Orang asing datang lagi, haha. Ini pemakaman! Mereka bertanya kepada kami apakah ini restoran atau bukan. Pokoknya, kami menyajikan makanan kepada mereka. Mereka terkejut dan senang."
Komentar Pro Kontra
Warganet yang melihat video tersebut merasa terhibur dan mengatakan bahwa itu mencerminkan keramahan dan semangat komunitas Thailand, dengan salah satu komentar berbunyi, "Berani duduk, berani melayani."
Seorang pengguna Facebook bertanya, "Apakah Anda punya menu untuk mereka?" Yang lain berkata, "Kari kuning dari Nakhon enak sekali. Bisakah orang asing memakannya? Rasanya sangat pedas."
Satu komentar berbunyi, "Setelah makan, bungkus kari dari acara tersebut untuk dibawa pulang. Sesuai tradisi. Haha."
Beberapa orang mengatakan bahwa perilaku seperti itu oleh orang asing tidak seharusnya didorong, sementara yang lain membela tuan rumah, mengatakan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan nilai-nilai budaya mereka tentang kasih sayang dan kemurahan hati.
"Orang Thailand baik hati," adalah beberapa komentar yang ditinggalkan pada unggahan video tersebut.
Ketika Warga Lokal Salah Sangka
Tidak hanya turis yang salah sangka, dalam cerita berbeda, dua tahun lalu, seorang turis Indonesia terlihat tengah berjalan-jalan di Dhaka, Bangladesh, dalam sebuah video viral yang dibagikan akun Instagram @rylezra, 3 Juni 2024. Pria yang merupakan fotografer itu menggunakan jas double button warna navy dan berdiri di depan bangunan ruko.
Siapa sangka, tampilan necisnya mengundang perhatian warga lokal. Mereka mengerumuni pria itu, bahkan melambai-lambaikan tangan ketika ia merekam kejadian tersebut lewat kamera ponselnya. "What the hell guys, gue cuma foto dan semua orang ngumpul ngeliatin gue," sebut pria tersebut di video.
Pemilik akun yang diketahui bernama Ariel tersebut mengatakan, sebelum ia datang ke sana menggunakan setelan jas rapi, tempat tersebut tadinya kosong. Ketika ia sampai, penampilannya membuat ia dikira artis oleh warga setempat.