Inter Milan Merasa 'Terpaksa' Tampil di Play-off Liga Champions: Gara-gara Penalti Lawan Liverpool

30 January 2026, 20:50 WIB
Inter Milan Merasa 'Terpaksa' Tampil di Play-off Liga Champions: Gara-gara Penalti Lawan Liverpool

Inter Milan harus menempuh jalan memutar di Liga Champions 2025/2026. Alih-alih langsung lolos ke babak 16 Besar, Nerazzurri justru harus melewati fase play-off yang sarat risiko dan tekanan.

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, tak menutupi rasa kecewanya. Ia menyinggung satu momen krusial yang menjadi titik balik perjalanan Inter di fase liga: penalti kontroversial saat menghadapi Liverpool.

Kekalahan tipis 0-1 dari Liverpool pada 9 Desember lalu menjadi penentu nasib Inter. Gol tunggal The Reds lahir dari titik putih di menit-menit akhir, keputusan yang hingga kini masih menyisakan perdebatan.

Kini, Inter harus fokus menghadapi Bodo/Glimt di babak play-off. Namun, bayang-bayang laga melawan Liverpool tetap membekas dalam benak Zanetti dan jajaran manajemen Nerazzurri.

Penalti Liverpool yang Mengubah Segalanya

Penalti Liverpool yang Mengubah Segalanya

Inter sejatinya tampil kompetitif sepanjang fase liga Liga Champions musim ini. Konsistensi mereka nyaris cukup untuk mengamankan tiket langsung ke babak 16 Besar lewat delapan besar klasemen.

Seandainya Inter mampu menahan imbang Liverpool, mereka akan mengoleksi 16 poin. Jumlah itu cukup untuk mengungguli Sporting CP dan Chelsea lewat selisih gol, sekaligus menghindari fase play-off.

Kenyataan berkata lain. Penalti kontroversial di menit akhir membuat Inter harus menerima hasil pahit dan melanjutkan perjalanan dari jalur yang lebih berbahaya.

"Sayangnya, kami kehilangan poin melawan Liverpool. Jika tidak, kami tidak akan berada di sini sekarang. Kami menerima semuanya, dan sekarang kami bersiap untuk menghadapi tim yang tidak boleh diremehkan," kata Zanetti kepada Sky Sport Italia.

Fokus ke Bodo/Glimt, Tanpa Alibi

Fokus ke Bodo/Glimt, Tanpa Alibi

Inter kini bersiap menghadapi Bodo/Glimt, tim yang dikenal tangguh saat bermain di kandang sendiri. Leg pertama akan digelar di Norwegia pada 17 atau 18 Februari, sebelum penentuan di San Siro sepekan berselang.

"Kita perlu berpakaian hangat; kita sudah melihat suhunya. Akan sangat dingin," kata Zanetti.

Undian ini juga membuat Inter terhindar dari potensi reuni emosional dengan Jos Mourinho. Benfica, klub yang kini dilatih Mourinho, akan menghadapi Real Madrid di jalur berbeda.

"Jose adalah orang hebat; kami sangat mengenalnya. Saya selalu teringat banyak kenangan yang terkait dengannya. Tapi kami menghadapi Bodo, dan kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin," tegas pria asal Argentina.

Sumber: Football Italia

Sumber : Liputan6.com