Pabrik Sandal Swallow Kebakaran, Damkar: Semoga Sampai Selesai Tak Ada Korban Jiwa

28 January 2026, 10:52 WIB
Pabrik Sandal Swallow Kebakaran, Damkar: Semoga Sampai Selesai Tak Ada Korban Jiwa

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan menyatakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa yang ditemukan selama penanganan peristiwa kebakaran yang melanda pabrik sandal Swallow di Medan.

"Tidak ada. Mudah-mudahan sampai selesai tidak ada," tutur Pelaksana Tugas Kepala Damkarmat Medan, Wandro Malau di Medan, Rabu (28/1/2026), seperti dilansir Antara.

Menurutnya, operasi pemadaman hingga saat ini masih dilakukan sejak menerima informasi pada Selasa, 27 Januari 2026 malam. Sebanyak 20 unit mobil pemadam dari markas komando dan seluruh unit pelaksana teknis pemerintah kota setempat dikerahkan.

"Dua mobil pemadam dari provinsi, satu Brimob, Kota Binjai satu dan dua mobil pihak swasta juga turut membantu," jelas dia.

Adapun total luas area pabrik sandal yang terkabar masih dalam proses pemadaman.

"Api masih berkobar di dalam. Luas yang terbakar belum tahu, belum sampai situ perhitungan kita," Wandro menandaskan.

Jeritan Warga Memecah Malam

Jeritan Warga Memecah Malam

Jeritan panik dan suara ledakan keras memecah keheningan malam di kawasan Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Selasa (27/1/2026) malam.

Kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal legendaris Swallow, memaksa ratusan warga yang tinggal berdampingan dengan pabrik berhamburan menyelamatkan diri. Api diduga pertama kali muncul dari ruangan obat.

Ketegangan mulai terasa sekitar pukul 23.00 WIB. Marsya, salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi, menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai membumbung tinggi diikuti suara ledakan yang memekakkan telinga.

"Suaranya keras sekali, ada ledakan berkali-kali dari dalam pabrik. Kami semua di sini langsung panik, apalagi api cepat sekali besarnya dan sudah mulai mendekat ke rumah-rumah," kata Marsya dengan nada gemetar.

Tanpa sempat berpikir panjang, Marsya dan keluarganya langsung berupaya menyelamatkan harta benda mereka."Saya enggak pikir panjang lagi, langsung angkut barang-barang berharga yang bisa dibawa ke pinggir jalan supaya aman," tambahnya.

Api Cepat Melahap Gudang

Api Cepat Melahap Gudang

Hal senada diungkapkan Junaidi, saksi mata lainnya yang melihat api pertama kali muncul. Ia menyebutkan api dengan sangat cepat melahap gudang penyimpanan yang diduga berisi bahan baku kimia.

"Dugaan api berasal dari ruangan obat atau ruang bahan dasar. Material di sana sangat mudah terbakar," jelas Junaidi.

Lokasi pabrik yang berada di kawasan padat penduduk membuat risiko perambatan api sangat tinggi. Kepulan asap hitam pekat dan suhu panas yang menyengat memaksa warga melakukan evakuasi mandiri ke bahu jalan raya.

Mereka terlihat menjaga tumpukan barang berharga sambil cemas melihat armada pemadam kebakaran yang terus berdatangan.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan harus berjibaku selama berjam-jam untuk melokalisir api agar tidak menyambar ke permukiman.

Ledakan yang terus terjadi dari dalam bangunan sempat menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Sumber : Liputan6.com