Sandiaga: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Kunci Penguatan Ekonomi Keluarga
27 January 2026, 00:07 WIB
Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang kerja dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Pelatihan yang berlangsung di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (23/1/2026), tersebut diikuti oleh 50 ibu rumah tangga dari wilayah sekitar.
Founder YIS, Sandiaga Uno mengatakan sejak berdiri pada 2011, YIS berfokus pada pemberdayaan anak muda, penyandang disabilitas, dan perempuan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
"Ketika ibu-ibu berdaya dan mandiri secara ekonomi, mereka menjadi kekuatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan baking semata. Ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, termasuk seleksi peserta terbaik yang berkesempatan memperoleh bantuan modal usaha.
Pendampingan UMKM
Ketua Umum GAN, Evie Sofia, menyampaikan Workshop Komoditas Unggulan Edamame merupakan pelatihan batch kedua yang diselenggarakan pihaknya di Dramaga, Bogor Barat. Selama ini, GAN telah melakukan pendampingan UMKM di hampir 22 provinsi di Indonesia.
"Kali ini kami memperluas pelatihan ke Desa Dramaga. Bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara, kami ingin mendukung ibu-ibu agar terus meningkatkan soft skill dan hard skill," kata Evie.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu di Desa Dramaga.
Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta juga akan dibekali pemanfaatan teknologi untuk promosi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) sederhana dalam membuat desain promosi produk.
Sekretaris Desa Dramaga, Budi Hartadi, menilai edamame sebagai komoditas pertanian lokal yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual.
Menurut dia, pelatihan ini menjadi kebanggaan bagi Desa Dramaga karena mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal oleh masyarakat.
"Dengan pelatihan ini, ibu-ibu bisa mengolah hasil pertanian di wilayah sendiri menjadi produk rumahan yang bernilai ekonomi," ujarnya.
Budi berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan ibu-ibu, termasuk anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bahwa bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
"Mudah-mudahan pelatihan ini memberi manfaat bagi UMKM dalam menambah keterampilan dan produk baru, sehingga bisa menjadi usaha rumahan dan meningkatkan produktivitas ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari," kata Budi.