Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung Jadi Saksi Roy Suryo Cs: Mencurigai Itu Bagian Penting Ilmu Pengetahuan

27 January 2026, 11:13 WIB
Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung Jadi Saksi Roy Suryo Cs: Mencurigai Itu Bagian Penting Ilmu Pengetahuan

Rocky Gerung menghadiri pemeriksaan sebagai saksi meringankan untuk Roy Suryo dan kawan-kawan dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Dia menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa (27/1/2026).

Rocky mengaku hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan, bukan untuk membela atau memberatkan siapa pun. Dia bermaksud menjelaskan soal metode berpikir dan metode penelitian dalam menilai sebuah kecurigaan.

"Mencurigai itu bagian yang paling penting dari pengetahuan," kata dia kepada wartawan.

Dia menekankan, selama prosedur penelitian belum selesai dan masih ada data baru, riset tetap bisa berjalan dan tidak serta-merta masuk wilayah pidana.

"Jadi semua orang yang meneliti masih akan bertengkar. Ya, semua riset itu perlu waktu dan tidak mungkin berakhir. Riset Dr. Tifa, risetnya Rismon, risetnya Roy itu. Kan semua itu dimungkinkan oleh prosedur. Nah, kalau prosedurnya belum selesai, ya lakukan riset. Jadi, di mana pidanaannya di situ. Kan, nggak pidana apa-apa, kan," ucap dia.

Rocky juga menilai, jika tidak ditemukan unsur pidana, semestinya pendekatan non-pemidanaan bisa ditempuh. Dia menyebut polemik ijazah seharusnya diselesaikan secara rasional, bukan dibawa ke ranah kriminal.

Warga Negara Berhak Bertanya

Warga Negara Berhak Bertanya

Rocky menegaskan keyakinannya bahwa seluruh ijazah yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan adalah asli. Namun, ia menyoroti polemik yang muncul karena publik meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya, yang kini dianggap memicu kegaduhan berkepanjangan.

"Saya mau membela bahwa ijazah itu asli, itu yang saya bela. Izahnya asli. Ya, orangnya yang palsu. Ya, semua ijazah pasti asli, dong. Nah, kesalahan kalian itu adalah minta Jokowi nunjukin ijazah aslinya. Masalahnya di situ. Minta tunjukin ijazah palsumu. Nah, begitu dong," ucap dia.

Rocky menyebut perkara ini sudah bergulir sejak dua tahun lalu. Dia menilai, warga negara berhak bertanya sehingga perlu disikapi secara tenang agar tidak terus berlarut.

"Kenapa? Karena Kepala Negara kacungnya warga negara. Gitu. Masa gue tanya sama pembantu gue, dia nggak mau jawab. Ya, bener aja. Pakai otak, dong. Jangan dungu," ucap dia.

Sementara itu, Roy Suryo menanggapi kehadiran Rocky. Menurutnya, kehadiran akademisi itu menjadi penambah semangat dalam menghadapi proses hukum yang berjalan.

"No Rocky, no party. Udah, itu aja. Udah, cukup," singkat Roy Suryo.

Sumber : Liputan6.com