Pengamat Ungkap 2 Faktor Penyebab Jumlah Pemudik Lebaran 2025 yang Turun
03 April 2025, 18:54 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4009445/original/053641800_1651117730-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-9.jpg)
Pengamat Transportasi Institut Studi Transportasi (INSTRA) Darmaningtyas, mengatakan mudik Lebaran 2025 menghadirkan fenomena yang tak terduga, yakni jumlah pemudik turun dibandingkan tahun sebelumnya.
"Antiklimak persiapan angkutan mudik Lebaran 2025 ini dirasakan ketika arus mudik yang ada tidak semasif seperti yang dibayangkan sebelumnya," kata Darmaningtyas, Kamis (3/4/2025).
Antiklimaks ini dirasakan baik di jalur darat maupun laut, dengan kondisi arus mudik yang lebih sepi dibandingkan prediksi awal. Meski berbagai kebijakan telah diterapkan, termasuk Work from Anywhere (WFA) dan perpanjangan masa libur, faktor utama yang memengaruhi adalah perubahan kondisi ekonomi.
"Bukan karena adanya berbagai kebijakan dalam memperpanjang masa liburan, termasuk kebijakan WFA (Work from Anywhere), melainkan karena jumlah pemudik memang menurun," ujarnya.
Hal itu terlihat dari kondisi di lapangan, di daerah-daerah tujuan pemudik. Misalnya, Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Kabupaten Gunungkidul yang biasanya dipadati kendaraan pribadi saat arus mudik, kali ini justru tampak lengang.
Hal serupa terjadi di ruas Tol Transjawa, terutama dari arah Jawa Timur. Beberapa pemudik yang melakukan perjalanan di H-2 dan H-1 mengungkapkan bahwa perjalanan mereka sangat lancar, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Data Jasa Marga
Berdasarkan Data PT Jasa Marga (Persero) juga menunjukkan adanya penurunan jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol utama selama periode H-5 hingga H-1.
Jika pada 2024 terdapat 1.045.330 unit kendaraan, tahun ini jumlahnya turun menjadi 1.004.348 unit atau berkurang sekitar 40.982 kendaraan. Meskipun puncak arus mudik tetap terjadi pada H-3 dengan lonjakan dari 231.511 kendaraan (2024) menjadi 255.027 kendaraan (2025), peningkatan ini lebih disebabkan oleh pergeseran pola perjalanan akibat libur lebih awal.
Di sektor transportasi laut, penurunan juga tampak di Pelabuhan Merak yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Berdasarkan data PT ASDP (Persero), jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang dari Pelabuhan Merak pada arus mudik 2025 turun tipis sebesar 0,1%, dari 225.637 unit (2024) menjadi 225.400 unit. Namun, jumlah penumpang justru meningkat 3%, dari 859.521 orang pada 2024 menjadi 885.828 orang pada 2025.
Advertisement
Faktor Penyebab Penurunan Jumlah Pemudik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169458/original/080741500_1742529962-20250321_085025.jpg)
Dia menuturkan, terdapat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap fenomena ini, di antaranya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, ketidakpastian ekonomi dan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Penurunan jumlah pemudik tahun 2025 ini sebetulnya sudah penulis prediksikan sejak sebelum puasa, ketika pemerintah menerapkan kebijakan efesiensi anggaran," ujar dia.
Menurut Darmaningtyas, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan sejak awal tahun 2025 berdampak luas, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Lantaran, banyak ASN muda yang memiliki tanggungan cicilan rumah dan kendaraan akhirnya memilih untuk tidak mudik, mengingat dalam tiga bulan terakhir mereka tidak memperoleh tambahan penghasilan dari perjalanan dinas atau kegiatan seremonial.
"ASN-ASN muda, yang masih punya tanggungan anggsuran rumah dan kendaraan, pasti memilih tidak mudik, karena selama 3 bulan terakhir mereka tidak mendapatkan tambahan penghasilan, baik dari perjalanan dinas ataupun kegiatan seremonial, dan konsultansi," ujarnya.
Lalu, di sektor swasta juga menghadapi tekanan ekonomi yang signifikan. Banyak perusahaan yang melakukan PHK, sementara sektor perhotelan dan tempat hiburan mengalami penurunan jumlah pengunjung. Akibatnya, banyak pekerja yang memilih menghemat pendapatan mereka untuk kebutuhan pokok ketimbang melakukan perjalanan mudik.
"Hotel hotel dan tempat tempat hiburan juga sepi penggunjung dan ini dampaknya pada turunnya kesejahteraan karyawan sehingga mereka tidak bisa mudik, mereka lebih baik menghemat pendapatnya untuk kelangsungan hidup berikutnya sambil menunggu kepastian nasib mereka," pungkasnya.
Advertisement
BUMN Sebar 42 Titik Posko Mudik Kawal Keselamatan Pemudik
Sebelumnya, guna mendukung kelancaran dan kenyamanan pemudik selama musim Lebaran 2025, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) turut berpartisipasi dalam program Posko Mudik Bersama BUMN.Salah satu posko yang didukung oleh PNM, hadir di ruas Tol Balikpapan-Samarinda, tepatnya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 36 A/B.
Posko Mudik Bersama BUMN tersebar pada 42 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Padang dan Kalimantan Timur. PNM ikut berkontribusi dalam memberikan layanan terbaik bagi para pemudik.
Berbagai fasilitas disediakan pada posko tersebut antara lain, tempat istirahat yang nyaman, layanan obat gratis, serta snack untuk menemani perjalanan pemudik.Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan kehadiran Posko Mudik Bersama BUMN ini merupakan bentuk kepedulian PNM dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pemudik.
"Kami memahami perjalanan mudik merupakan momen yang sangat dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Karena itu, melalui program ini, kami ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman, mendapatkan fasilitas kesehatan, serta menikmati perjalanan dengan lebih aman dan menyenangkan," ujar Arief.
Dia berharap dengan adanya Posko Mudik Bersama BUMN ini, para pemudik dapat menikmati perjalanan lebih tenang serta tetap menjaga kesehatan hingga tiba di tujuan.
"PNM bersama BUMN lain akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia," pungkas Arief.
Kawal Arus Mudik, Posko Mudik BUMN Hadir di Pelabuhan Balikpapan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI ambil bagian dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran 2025 dengan mendirikan Posko Mudik Bersama BUMN di berbagai titik, termasuk di Pelabuhan Balikpapan, untuk memfasilitasi kebutuhan pemudik dengan layanan terbaik.
BNI, bekerja sama dengan PT Pertamina dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), menyelenggarakan pembagian takjil sebanyak 100 paket per hari di Pelabuhan Balikpapan pada 27 dan 28 Maret 2025.
Selanjutnya pada periode arus balik, refreshment untuk 200 orang per hari akan tersedia pada 5-8 April 2025, bersama dengan pengecekan kesehatan dan obat gratis untuk pemudik.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, kontribusi BNI bersama BUMN lainnya lewat pendirian Posko Mudik BUMN 2025 merupakan upaya nyata perusahaan negara memastikan mudik Lebaran 2025 ini berjalan aman dan nyaman.
"Lewat Posko Mudik Bersama BUMN, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik dengan harapan perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kenyamanan," ungkap Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/3/2025).
Okki melanjutkan, Pelabuhan Balikpapan dipilih sebagai salah satu lokasi pendirian Posko Mudik karena konsentrasi pemudik yang memanfaatkan lokasi ini cukup tinggi.
Jumlah pemudik yang berangkat dari Balikpapan menggunakan kapal laut selama periode mudik ini diproyeksikan mencapai 35.000 orang.
Dengan adanya Posko Mudik Bersama BUMN di Pelabuhan Balikpapan, melengkapi beragam inisiatif bermanfaat bagi masyarakat yang disediakan BNI dan BUMN lainnya dalam memperlancar mudik Lebaran 2025.
"Sebelumnya kami juga telah menyelenggarakan pelepasan mudik bersama BUMN, di mana BNI melepas sebanyak 121 bus menuju berbagai lokasi tujuan. Diharapkan momen mudik tahun ini bisa berjalan lancar serta lebih berkesan bagi masyarakat," imbuh Okki.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175348/original/010744800_1742984993-HL2__5_.jpg)