Lebaran Jadi Momen Bijak Memilih dan Menyebar Informasi Biar Tak Tersesat
03 April 2025, 21:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179144/original/019953700_1743496940-WhatsApp_Image_2025-03-31_at_4.13.26_PM.jpeg)
Lebaran tiba, momen penuh sukacita dan silaturahmi. Namun, di tengah gegap gempita perayaan, kita juga dihadapkan pada tantangan maraknya informasi yang salah atau menyesatkan. Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengingatkan kita akan pentingnya literasi digital dan bijak dalam memilih serta menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial.
"Momen Lebaran adalah waktu yang penuh dengan kegembiraan, tetapi di balik itu ada ancaman gangguan informasi yang mengintai. Jadi, kita harus lebih bijaksana dalam mengonsumsi informasi. Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, semangat lebaran seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkokoh persatuan bangsa dan memperkuat solidaritas sosial, bukan sebaliknya," kata Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan Noudhy Valdryno, dikutip dari Antara, Kamis (3/4/2025).
Misinformasi, disinformasi, dan malinformasi dapat dengan mudah menyebar, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Misinformasi adalah penyebaran informasi yang salah karena ketidaktahuan, tanpa niat jahat. Disinformasi, sebaliknya, adalah penyebaran informasi yang salah dengan sengaja, bertujuan menyesatkan. Sementara malinformasi adalah informasi yang benar, tetapi disampaikan di luar konteks, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Ketiga jenis informasi yang salah ini dapat dengan mudah viral di media sosial, terutama di momen Lebaran ketika intensitas penggunaan internet meningkat drastis.
Oleh karena itu, PCO menghimbau masyarakat untuk lebih waspada. Jangan sampai semangat silaturahmi dan kebersamaan Lebaran justru ternodai oleh informasi yang memecah belah. Bijaklah dalam bermedia sosial, mari kita jadikan Lebaran sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, bukan sebaliknya.
Advertisement
Waspada Hoaks Lebaran: Cara Bijak Memilih dan Menyebar Informasi
Untuk menghindari penyebaran informasi yang salah, ada beberapa langkah penting yang bisa kita lakukan. Pertama, verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Pastikan kebenaran informasi tersebut dari sumber terpercaya, seperti situs resmi pemerintah atau media massa ternama. Jangan mudah percaya dengan informasi yang hanya berasal dari sumber yang tidak dikenal atau kurang kredibel.
Kedua, selektiflah dalam memilih sumber informasi. Hindari sumber-sumber yang dikenal sering menyebarkan hoaks atau berita bohong. Ketiga, laporkan informasi yang menyesatkan. Jika menemukan hoaks atau menyesatkan, laporkan segera ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat bersama-sama mencegah penyebaran informasi yang salah dan menjaga persatuan bangsa.
Ingatlah, informasi yang salah dapat menimbulkan dampak negatif yang luas, mulai dari keresahan sosial hingga perpecahan. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di masyarakat. Mari kita jadikan Lebaran sebagai momentum untuk meningkatkan literasi digital dan bijak dalam bermedia sosial.
Advertisement
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.