Pantai Ancol Diterpa Hoaks, Ini Faktanya
03 April 2025, 17:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179265/original/015602400_1743513533-20250401-Ancol-HER_2.jpg)
Sejumlah kabar bohong atau hoaks baru-baru ini beredar di media sosial terkait kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara. Pihak pengelola pun telah angkat bicara membantah klaim-klaim tersebut. Mereka menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial dan selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Dua klaim yang paling viral adalah mengenai gelombang laut setinggi 20 meter yang menerjang pantai Ancol pada 10 Maret 2023 dan penampakan hiu di perairan Ancol pada Desember 2024. Kedua kabar tersebut telah ditelusuri kebenarannya dan terbukti tidak akurat.
Informasi menyesatkan ini tersebar luas melalui video-video yang beredar di berbagai platform media sosial. Video tersebut seolah-olah menunjukkan kejadian nyata yang mengerikan, padahal setelah diverifikasi, ternyata merupakan hasil suntingan atau informasi yang di luar konteks.
Advertisement
Gelombang 20 Meter di Ancol: Hoaks!
Klaim tentang gelombang laut setinggi 20 meter yang menghantam Ancol pada 10 Maret 2023 terbukti salah. Setelah dilakukan penelusuran, video yang beredar merupakan hasil penggabungan atau suntingan dari beberapa sumber video yang berbeda. Kejadian gelombang tinggi yang sebenarnya terjadi di waktu dan lokasi yang berbeda, tidak ada yang mencapai ketinggian ekstrem seperti yang diklaim.
Tidak ada laporan resmi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) maupun pihak pengelola Ancol yang menyebutkan adanya gelombang setinggi 20 meter pada tanggal tersebut. Informasi ini murni hoaks dan menyesatkan publik.
Penyebaran hoaks ini tentu saja berdampak negatif, terutama bagi pariwisata Ancol. Potensi kerugian ekonomi dan penurunan kunjungan wisatawan bisa terjadi akibat penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab ini.
Advertisement
Penampakan Hiu di Ancol: Video Lama!
Video yang mengklaim penampakan hiu di perairan Ancol pada Desember 2024 juga telah terverifikasi sebagai hoaks.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut merupakan rekaman lama dari tahun 2023. Lebih lanjut, lokasi penampakan hiu tersebut jauh dari area wisata Ancol, sehingga tidak membahayakan pengunjung.
Meskipun penampakan hiu di tahun 2023 menunjukkan indikasi peningkatan kualitas air laut di sekitar Ancol, penyebaran video tersebut dengan konteks yang salah dan tanggal yang keliru tetaplah merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Ikan yang baru-baru ini terlihat di perairan Ancol adalah ikan pari barongsay yang tidak berbahaya bagi manusia.
Pihak Ancol menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan bijak dalam menerima informasi dari media sosial. Selalu verifikasi kebenaran informasi dari sumber terpercaya sebelum menyebarkannya.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.