Harga Emas Masih Perkasa Usai Donald Trump Umumkan Tarif Dagang Terbaru
03 April 2025, 07:30 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu waktu setempat, 2 April 2025, hingga mendekati level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan harga emas didorong arus masuk ke aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik yang akan meningkatkan perang dagang.
Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 3.129,46 per ounce. Harga emas berjangka AS ditutup menguat 0,6 persen ke posisi USD 3.166,20.
"Tarif timbal balik jauh lebih agresif dari yang dharapkan, yang akan menyebabkan aksi jual di aset dan dolar AS yang lebih rendah," ujar Independent Metals Trader, Tai Wong.
Ia menambahkan, prospek emas sangat bagus dengan target jangka pendek baru USD 3.200. "Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab dan perasaan banyak hal mungkin dapat dinegosiasikan akan membuat pasar sangat fluktuaktif dalam jangka pendek," ujar dia.
Donald Trump menuturkan, ia akan mengenakan tarif dasar 10 persen pada semua impor ke Amerika Serikat dan bea masuk yang lebih tinggi pada beberapa mitra dagang terbesar negara itu. Hal ini sebuah langkah yang meningkatkan perang dagang yang ia mulai saat kembali ke Gedung Putih.
Donald Trump memajang poster yang mencantumkan tarif timbal balik, termasuk 34 persen ke China dan 20 persen ke Uni Eropa sebagai tanggapan atas bea masuk yang dikenakan pada barang-barang AS.
Emas yang sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan telah naik lebih dari USD 500 sepanjang 2025, dan mencapai rekor tertinggi di USD 3.148,88 pada Selasa.
"Level resistance tembus di USD 3.147,41/USD 3.149,84 akan menjadi pertanda baik untuk kenaikan ke USD 3.200 dan memberikan keyakinan pada prospek bullish yang menyoroti USD 3.300 dan USD 3.500," ujar Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Advertisement
Indeks Dolar AS Merosot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
Di sisi lain, indeks dolar AS merosot 0,4 persen menyusul pengumuman tarif Donald Trump membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, laporan ketenagakerjaan nasional ADP pada Rabu pekan ini menunjukkan pertumbuhan gaji swasta Amerika Serikat (AS) naik pada Maret. Data pekerjaan terbesar pekan ini akan keluar pada Jumat dengan rilis laporan ketenagakerjaan AS bulanan.
Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 33,99 per ounce. Sementara itu, harga platinum bertambah 0,7 persen menjadi USD 986,18 dan Paladium turun 0,8 persen menjadi USD 975,93.
Advertisement
Prediksi Harga Emas Awal April 2025, Bakal Makin Mahal?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Sebelumnya, harga emas terus mengalami kenaikan signifikan sepanjang pekan keempat Maret 2025, menembus level psikologis USD 3.000 per ons dan hampir mencapai USD 3.100.
Melansir Kitco News, Senin (31/3/2025), ketidakpastian ekonomi global, tarif impor yang meningkat, serta inflasi yang terus mengancam menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke emas sebagai aset safe haven.
Pada awal pekan, harga emas dunia di pasar spot diperdagangkan di angka USD 3.024 per ons dan sempat bergerak dalam kisaran sempit sekitar. Namun, pada sesi perdagangan Amerika Utara Senin, harga emas turun mendekati USD 3.000 per ons. Meski begitu, permintaan tetap tinggi dan harga kembali menguat hingga pertengahan minggu.
Pergerakan signifikan pertama terjadi pada Rabu malam, ketika pedagang Asia mendorong harga emas menembus USD 3.037 per ons. Setelah mengalami sedikit koreksi ke USD 3.027, emas kembali melonjak dengan dukungan dari pasar Eropa hingga mencapai USD 3.055 per ons pada Kamis pagi.
Proyeksi Pelaku Pasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596913/original/059240100_1633708445-Harga_emas.jpg)
Menurut survei mingguan Kitco News, banyak analis pasar masih sangat optimis terhadap prospek harga emas dalam waktu dekat.
Colin Cieszynski, Kepala Strategi Pasar di SIA Wealth Management, mengatakan bahwa emas masih dalam tren naik yang kuat, terutama karena ketidakpastian global yang terus berlanjut.
"Saya optimis terhadap emas untuk minggu depan. Harga telah berhasil menembus level resistensi dan secara teknikal masih menunjukkan kekuatan," ujar Cieszynski.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi, terutama menjelang 2 April, ketika Presiden Trump diperkirakan akan mengambil keputusan terkait kebijakan tarifnya.
Senada dengan itu, Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, menilai bahwa faktor fundamental yang mendorong pembelian emas masih kuat.
"Harga emas melewati batas USD 3.000 dengan mudah. Ada banyak permintaan potensial dari bank sentral, konsumen di Tiongkok, dan investor di Amerika Utara yang belum sepenuhnya masuk ke pasar," ujarnya.
Kenaikan Harga Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
Rich Checkan, Presiden dan COO Asset Strategies International, juga menegaskan bahwa kenaikan harga emas masih akan berlanjut. Menurutnya, kekuatan emas terlihat jelas setelah berhasil menembus USD 3.000 per ons tanpa hambatan berarti.
Darin Newsom, Analis Pasar Senior di Barchart.com, menambahkan selama ketegangan geopolitik masih terjadi, emas akan tetap menjadi pilihan utama investor.
"Persamaannya sederhana jika situasi global tetap seperti ini, tren kenaikan harga emas juga akan terus berlanjut," jelasnya.
James Stanley, Ahli Strategi Pasar Senior di Forex.com, turut menyoroti dominasi investor dalam pergerakan harga emas. Ia menilai, investor masih memegang kendali, dan belum ada tanda-tanda mereka akan melepasnya dalam waktu dekat. Kenaikan ini belum menunjukkan pelemahan yang berarti.
Dengan berbagai faktor yang mendukung penguatan harga emas, banyak analis sepakat tren kenaikan ini masih akan berlanjut. Namun, volatilitas tetap menjadi tantangan yang perlu diwaspadai oleh para investor.
Hasil Survei Kitco
Pada pekan keemat Maret 2025, 20 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News, dengan para investor Wall Street yang optimis mengambil kendali hampir total setelah sentimen yang seimbang minggu lalu.
Sebanyak 15 pakar, atau 85%, memperkirakan harga emas akan naik lebih lanjut selama minggu depan, sementara hanya satu analis, atau 5%, yang memperkirakan penurunan harga logam mulia tersebut. Dua pakar lainnya, yang mewakili 10% dari total, memperkirakan konsolidasi lebih lanjut untuk emas.
Sementara itu, 202 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan sentimen Main Street hanya membaik sedikit dari minggu sebelumnya.
Sebanyak 129 pedagang eceran, atau 64%, memperkirakan harga emas akan naik lebih tinggi minggu depan, sementara 39 lainnya, atau 19%, memperkirakan logam kuning tersebut akan diperdagangkan lebih rendah. Sebanyak 34 investor lainnya, yang mewakili 17% dari total, memperkirakan harga emas akan bergerak menyamping selama minggu depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4995048/original/088256300_1730975735-Infografis_SQ_Efek_Donald_Trump_Menang_Pilpres_AS_ke_Perekonomian_Global.jpg)