Niat Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadan, Lafaz, Latin, dan Artinya

03 April 2025, 06:51 WIB
Niat Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadan, Lafaz, Latin, dan Artinya

Puasa Syawal enam hari usai Ramadan disebut dapat mendatangkan pahala setara puasa satu tahun.

Puasa sunnah Syawal pada tahun 1446 H ini mulai boleh dilaksanakan pada Selasa, 2 Syawal 1446 H atau bertepatan dengan 1 April 2025. Hal yang paling perlu diperhatikan dalam sebuah ibadah, tak terkecuali puasa sunnah Syawal, adalah niat.

Pasalnya, niat merupakan salah satu faktor yang menentukan sah dan tidaknya puasa Syawal, sekalipun hukumnya sunnah.

"Tempat niat di hati sehingga saat melafalkan niat, di dalam hatinya mesti menyatakan maksud (qashad), dalam hal ini berpuasa Syawal," kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustaz Alhafiz Kurniawan, mengutip NU Online, Kamis (3/4/2025).

Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan untuk melafalkan niatnya. Berikut lafal niat puasa Syawal:

Nawaitu shauma ghadin 'an ad'i sunnatis Syawwali lillahi ta'l.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah."

Alhafiz menerangkan, sebagian ulama mengharuskan ta'yin atau menyebut 'puasa sunnah Syawal' saat niat di dalam batinnya, sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta'yin.

Hal ini sebagaimana dikutip dari penjelasan Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj.

Bisa Niat Dadakan di Pagi Hari

Adapun pelaksanaan niat puasa Syawal dimulai dari masuknya Maghrib. Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa Syawal ini masih boleh dilakukan di pagi hari hingga sebelum Zuhur.

Hal ini dengan catatan belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa, terhitung sejak terbit fajar pada hari berpuasa itu.

"Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah saat itu juga. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib," tulis Alhafiz.

Niat Puasa Syawal Jika Dilafalkan di Hari yang Sama

Adapun seseorang yang berniat di pagi hari hingga sebelum Zuhur, dianjurkan membaca lafal niat berikut ini:

Nawaitu shauma hdzal yaumi 'an ad'i sunnatis Syawwali lillahi ta'l.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah."

Keutamaan Puasa Syawal

Lebih lanjut, Ustadz Alhafiz menjelaskan, idealnya puasa sunnah Syawal enam hari dilakukan persis setelah Hari Raya Idul Fitri secara berurutan terus menyambung, yakni pada 2-7 Syawal.

Namun, orang yang berpuasa di luar tanggal itu, sekalipun tidak berurutan, tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seperti pahala puasa wajib setahun penuh. Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nazar puasanya di bulan Syawal, menurutnya, juga tetap akan mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunnah Syawal.

Saking besarnya keutamaan puasa ini, seseorang yang berhalangan melaksanakannya di bulan Syawal, dianjurkan mengqadhanya di bulan lain.

infografis Kebiasaan Saat Puasa Ramadan di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah).
Sumber : Liputan6.com