Wanita di China Ini Tawarkan Jasa Jadi Pengantin Palsu, Bantu Klien yang Sering Ditanya Kapan Nikah

02 April 2025, 20:15 WIB
Wanita di China Ini Tawarkan Jasa Jadi Pengantin Palsu, Bantu Klien yang Sering Ditanya Kapan Nikah

Seorang wanita di China mencuri perhatian publik setelah diketahui telah menggelar 20 pernikahan palsu selama tujuh tahun terakhir. Ia mengklaim bahwa layanan uniknya membantu banyak orang menghadapi tekanan sosial terkait pernikahan.

Mengutip SCMP, Rabu (2/4/2025), Cao Mei, wanita berusia 20-an dari Chengdu, barat daya China, mendapatkan penghasilan dengan menyewakan dirinya sebagai pengantin palsu. Menurut laporan majalah Nanfengchuang, ide bisnis ini bermula pada 2018 ketika seorang teman memintanya untuk berpura-pura menjadi pacarnya demi bertemu orang tuanya.

Menyadari bahwa banyak orang di China mengalami tekanan keluarga terkait pernikahan, Cao melihat peluang bisnis dan mulai menawarkan jasanya sebagai pengantin palsu.

Selama tujuh tahun, Cao telah tampil sebagai pengantin di 20 acara pernikahan. Jasanya paling banyak diminati saat musim liburan, di mana banyak orang pulang ke kampung halaman dan menghadapi pertanyaan keluarga tentang status pernikahan mereka.

Meski tampil dalam acara pernikahan, Cao tidak terlibat dalam aspek hukum pernikahan. Ia hanya bertugas mengatur acara, menghafal latar belakang palsu sesuai skenario, serta berperan sebagai pengantin dengan meyakinkan. Ia juga bertemu dengan keluarga calon "suami" sebelum acara demi menjaga keaslian perannya.

Di beberapa kasus, bahkan orang tua klien ikut membantu merancang pernikahan palsu demi menghindari rasa malu atau mengumpulkan hadiah pernikahan dari tamu yang tidak mengetahui kebenarannya.

Salah satu kasus yang pernah ditangani Cao adalah ketika seorang ibu meminta bantuannya setelah pertunangan anaknya mendadak batal karena masalah keuangan. Namun, berita pernikahan sudah terlanjur tersebar di desa mereka. Demi menyelamatkan reputasi keluarga, ibu tersebut menyewa Cao untuk tetap melangsungkan pernikahan palsu.

Akting Seperti Artis

Akting Seperti Artis

Cao menyebut dirinya sebagai "aktris kehidupan", sebuah istilah untuk orang yang berpura-pura menjadi bagian dari kehidupan seseorang, baik sebagai pasangan, orang tua, bos, atau bahkan anak.

Di China, terdapat komunitas daring yang menawarkan jasa "aktor kehidupan" untuk berbagai peran. Meski belum ada standar tarif resmi, Cao mengkhususkan diri sebagai pacar atau pengantin palsu dengan bayaran sekitar 1.500 yuan (Rp3,4 juta) per hari. Biaya ini bisa meningkat tergantung jenis layanan, seperti sesi foto prewedding, pertunangan, atau pesta pernikahan.

Setelah lulus dari sekolah vokasi, Cao sempat bekerja sebagai figuran di film, tetapi penghasilannya tidak seberapa. Kini, dengan hanya beberapa kali pekerjaan sebagai "aktris kehidupan", ia bisa mendapatkan lebih banyak uang dibandingkan bekerja sebulan penuh di pekerjaan biasa.

Risiko Pekerjaan

Risiko Pekerjaan

Meskipun sukses, Cao belum mengungkap profesi sebenarnya kepada keluarganya. Ia mengaku pada mereka bahwa dirinya bekerja di kantor biasa, khawatir jika kebenaran terungkap, mereka akan menganggapnya sebagai pekerja seks, meskipun ia menegaskan bahwa dirinya selalu menjaga batas dan tidak terlibat dalam hubungan fisik dengan klien.

Namun, industri ini tidak lepas dari risiko. Beberapa aktris kehidupan dilaporkan mengalami pelecehan, seperti klien yang menahan pembayaran atau menuntut layanan di luar kesepakatan.

Dari segi hukum, He Bo, pengacara dari Sichuan Hongqi Law Firm, menyatakan bahwa peran Cao sebagai pengantin palsu tidak termasuk tindakan ilegal. Namun, jika melibatkan pemalsuan dokumen atau penipuan yang merugikan pihak lain, kasus ini bisa berujung pada tuntutan hukum.

<p>Infografis Komponen Wajib Pernikahan Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)</p>
Sumber : Liputan6.com