Tips dari Ahli Rehabilitasi Medik, Mudik Nyaman Tanpa Nyeri Otot
01 April 2025, 12:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4008688/original/091812000_1651054647-20220427-Mudik-Stasiun-Gambir-6.jpg)
Mudik ke kampung halaman merupakan tradisi yang dinantikan banyak orang. Namun, perjalanan Panjang ke kampung halaman bisa menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh. Salah satu masalah yang sering dialami para pemudik adalah nyeri otot, kram, dan kelelahan akibat duduk terlalu lama.
Lantas, bagaimana cara agar perjalanan tetap nyaman dan bebas nyeri otot?
Spesialis rehabilitasi medik konsultan muskuloskeletal, dr. Ibrahim Agung, Sp.KFR, M.S. (K), FIPM(USG) menjelaskan dalam podcas Siaran Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa ada beberapa tantangan utama yang dihadapi pemudik, terutama saat berpuasa.
Tantangan Mudik Saat Berpuasa
Menurut dr. Ibrahim Agung, tantangan pertama adalah dehidrasi.
"Dehidrasi ini selalu menjadi tantangan, karena bayangkan kita cairan yang masuk ke tubuh kita biasanya kurang, apalagi kalau kita hanya mengandalkan dari sahur saja untuk kita minum," ujarnya.
Perjalanan panjang yang ditempuh berjam-jam saat mudik Lebaran memperparah kondisi ini.
Tantangan kedua adalah kelelahan fisik dan penurunan energi.
"Kalau mudiknya lancar mungkin kita tidak terlalu lelah, tapi kalau sudah macet, kemudian juga menyetir dalam kondisi lelah, ini akan memperburuk kondisi tubuh," jelasnya.
Tantangan berikutnya adalah posisi tubuh yang statis dalam waktu lama, seperti duduk di mobil, kereta, atau bus selama berjam-jam.
"Inilah yang nanti akan menimbulkan ketegangan pada otot, kemudian juga bisa nyeri di leher, pundak, dan punggung," kata dr. Ibrahim.
Yang terakhir adalah kurangnya asupan makanan yang cukup saat sahur. "Cadangan energi di badan semakin berkurang, sehingga membuat kita lebih cepat merasa lelah," tambahnya.
Advertisement
Penyebab Nyeri Otot Saat Mudik
Dr. Ibrahim Agung juga menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama penyebab nyeri otot saat mudik:
1. Posisi tubuh yang tidak ergonomis
"Bayangkan kalau kita duduk dalam waktu yang lama, kalau duduknya posisi yang bagus, stabil, enak, otot akan berada dalam kondisi yang paling rileks," ujarnya.
Namun, kondisi mudik seringkali membuat orang duduk dalam posisi yang kurang nyaman, misalnya terlalu miring atau sesak di dalam kendaraan.
2. Kelelahan otot
"Kalau kita tidak terbiasa mengendarai mobil dalam durasi panjang, tiba-tiba harus menyetir berjam-jam saat mudik, ini bisa menimbulkan kelelahan otot," jelasnya.
3. Pergerakan yang terbatas
"Badan kita butuh bergerak. Jika kita berada dalam satu posisi yang sama selama berjam-jam, ini akan menimbulkan nyeri pada otot," ujarnya.
Advertisement
Cara Mencegah Nyeri Otot Saat Mudik
Agar perjalanan mudik tetap nyaman dan bebas nyeri otot, dr. Ibrahim Agung memberikan beberapa tips:
1. Duduk dalam posisi ergonomis
- Pastikan punggung dalam posisi tegak.
- Jangan duduk membungkuk, karena bisa menyebabkan kekakuan pada leher dan pundak.
- Bahu dan leher harus dalam posisi rileks.
- Jika ada sandaran, gunakan untuk menopang leher agar tidak tegang.
- Pastikan lutut membentuk sudut sekitar 90 derajat dan sedikit lebih tinggi dibandingkan pinggang untuk mengurangi tekanan pada punggung.
2. Sering bergerak dan melakukan peregangan
- Lakukan peregangan setiap 1-2 jam sekali untuk mengurangi ketegangan otot.
- Jika memungkinkan, berdiri dan berjalan sebentar untuk melancarkan peredaran darah.
3. Jaga asupan cairan dan makanan
- Pastikan minum cukup air saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi.
- Konsumsi makanan bergizi untuk menjaga energi selama perjalanan.
4. Gunakan bantal atau penyangga
- Gunakan bantal leher berbentuk donat untuk menopang kepala dan mengurangi ketegangan leher.
- Jika perlu, gunakan bantal kecil di punggung bawah untuk memberikan dukungan ekstra.
5. Lakukan teknik relaksasi otot
- Saat perjalanan panjang, cobalah menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan untuk membantu relaksasi otot.
- Teknik peregangan ringan seperti memutar bahu dan meregangkan leher dapat membantu mengurangi ketegangan otot.