Jumlah Korban Tewas Gempa Thailand dan Myanmar Tembus 1.000 Orang
29 March 2025, 14:34 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177552/original/041849400_1743208042-20250329-Mandalay-AFP_1.jpg)
Korban tewas akibat gempa dahsyat yang melanda Myanmar dan Thailand telah melewati 1.000 orang pada Sabtu (29/3/2025), sementara tim penyelamat terus mengais puing-puing bangunan yang runtuh dalam upaya mencari korban selamat.
Gempa dangkal magnitudo 7,7 mengguncang wilayah barat laut Kota Sagaing di Myanmar tengah pada Jumat siang, disusul beberapa menit kemudian oleh gempa susulan magnitudo 6,4. Gempa menghancurkan bangunan, merobohkan jembatan, dan merusak jalan di berbagai wilayah Myanmar, dengan kerusakan parah dilaporkan terjadi di kota terbesar kedua, Mandalay.
Dalam pernyataan pada Sabtu seperti dilansir AFP, tim informasi junta Myanmar menyatakan bahwa 1.002 orang dikonfirmasi tewas akibat gempa, dengan 2.376 lainnya luka-luka.
Menurut ahli geologi Amerika Serikat (AS), ini adalah gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad. Guncangannya cukup kuat hingga merusak bangunan-bangunan di Bangkok, yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.
Penyelamat di ibu kota Thailand bekerja sepanjang malam mencari para pekerja yang terjebak ketika sebuah gedung pencakar langit setinggi 30 lantai yang sedang dibangun roboh, berubah dalam hitungan detik menjadi tumpukan puing.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan kepada AFP bahwa sekitar 10 orang dikonfirmasi tewas di seluruh kota, sebagian besar akibat runtuhnya gedung pencakar langit tersebut.
Namun, hingga 100 pekerja masih belum ditemukan di lokasi gedung, yang berada dekat Chatuchak Market, tempat wisata populer bagi turis.
"Kami melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang ada karena setiap nyawa penting," kata Chadchart kepada para wartawan di lokasi kejadian. "Prioritas kami adalah bertindak secepat mungkin untuk menyelamatkan mereka semua."
Advertisement
Bantuan dari China dan Korea Selatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177408/original/081469800_1743167103-20250328-Eakuasi_Korban-AFP_8.jpg)
Presiden China Xi Jinping mengirimkan pesan belasungkawa kepada pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing pada Sabtu. Dalam pesannya yang disiarkan oleh televisi negara, CCTV, Xi menyampaikan rasa sedih yang mendalam atas bencana tersebut dan menyatakan China bersedia memberikan bantuan yang dibutuhkan Myanmar untuk mendukung masyarakat di daerah yang terdampak.
Selain Myanmar dan Thailand, gempa terasa pula hingga Provinsi Yunnan, China. Mengutip China Daily, terdapat dua korban luka minor dan sejumlah bangunan tua mengalami kerusakan.
Sebagai respons permohonan bantuan oleh junta militer Myanmar, China mengirimkan tim penyelamat yang terdiri dari 82 orang ke Myanmar pada Sabtu. Tim terpisah dari Yunnan juga tiba di Yangon pada hari yang sama.
Sementara itu, Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar USD 2 juta kepada Myanmar melalui organisasi internasional sebagai langkah awal.
Bencana gempa terjadi di tengah kondisi Myanmar yang dilanda perang saudara selama empat tahun setelah kudeta militer, yang telah merusak sistem kesehatan dan tanggap darurat negara tersebut.
Advertisement