AHY Sebut Investor Asing Minat Bangun KEK hingga Tanggul Laut Raksasa
28 March 2025, 17:40 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176856/original/021404200_1743140620-20250328_114844.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap investor asing tertarik proyek infrastruktur di Indonesia. Baik kawasan ekonomi khusus hingga tanggul laut raksasa.
Dia mengisahkan telah menghadiri salah satu forum ekonomi terbesar di Asia-Pasifik saat kunjungannya ke China beberapa waktu lalu. Disela-sela pertamuan itu, AHY memamerkan sejumlah proyek kepada calon investor asing. Alhasil, beberapa pihak disebut tertarik.
"Poin saya adalah di berbagai kesempatan, ternyata gayung bersambut. Saya tentunya juga punya kepentingan menjelaskan kepada potential partners kita, ataupun siapa pun yang ingin menjadi investor, menjelaskan apa saja yang dilakukan Indonesia, begitu pun sebaliknya," ungkap AHY dalam Rapat Koordinasi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (28/3/2025).
Ada beberapa proyek yang disebut AHY. Mulai dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), perumahan rakyat, hingga tanggul laut raksasa atau giant sea wall.
"Mereka sangat tertarik untuk bisa terlibat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dari mulai infrastruktur dasar, pengembangan kawasan, termasuk kawasan ekonomi khusus, perumahan bagi rakyat, sampai dengan proyek-proyek seperti tanggul laut, yang kita sering dengar menjadi concern dari Pak Presiden," terangnya.
Dia menjelaskan, pemerintah terbuka mengundang investor untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Skema yang akan ditawarkan adalah Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Intinya ke depan kita melakukan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha yang win-win semuanya mendapatkan kebaikan, tapi pada akhirnya semua untuk masyarakat kita," pungkasnya.
Advertisement
Kementerian PU Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176853/original/048057600_1743140545-20250328_115205.jpg)
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan proyek infrastruktur prioritas tak terdampak efisiensi anggaran. Sumber dana yang dicari juga tak sebatas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Seperti diketahui, pemerintah mengerem belanja sekitar Rp 300 triliun. Alhasil beberapa proyek harus terdampak efisiensi tersebut.
AHY memastikan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana tugas pembangunan infrastruktur telah menetapkan prioritas, termasuk kesiapan infrastruktur selama periode mudik lebaran 2025.
"Kalaupun ada efisiensi yang berdampak pada Kementerian PU, ya kita sesuaikan list of priorities-nya, prioritas-prioritasnya begitu. Tetapi setahu saya tidak mempengaruhi secara signifikan upaya Kementerian PU mempersiapkan mendukung arus mudik," kata AHY dalam Rapat Koordinasi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (28/3/2025).
Advertisement
Sebagian Perlu Ditinjau
Sementara itu, dia mengakui proyek lainnya memang perlu ditinja ulang. Namun dia memastikan Kementerian PU bisa berkontribusi positif dalam beberapa tahun kedepan.
"Walaupun saya tahu juga kalau namanya urgensi itu semuanya memiliki urgensi, kita juga tidak boleh lupa bahwa dampak dari bencana alam misalnya, kerusakan infrastruktur yang harus segera diperbaiki, tidak bisa menunggu, itu juga harus menjadi atensi dan prioritas kita," terangnya.
AHY membuka peluang adanya investasi dari sektor swasta yang masuk untuk pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Apalagi, bagi proyek yang terbilang besar dan membutuhkan dana jumbo.
"Ini terutama untuk proyek-proyek yang besar, proyek-proyek yang membutuhkan alokasi anggaran yang tidak sedikit," tegasnya.