Makanan Sehat yang Disebut dalam Al-Quran, Rahasia Hidup Sehat
03 April 2025, 17:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143865/original/072157300_1740556458-medium-shot-people-celebrating-eid-al-fitr.jpg)
Islam melalui kitab suci Al-Quran tidak hanya mengatur tentang ibadah dan akidah, tetapi juga memberikan petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan termasuk pola makan yang sehat. Makanan-makanan yang disebut dalam Al-Quran memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Keberadaan makanan-makanan yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan bahwa kitab suci ini tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mengandung petunjuk praktis untuk kesehatan dan kesejahteraan umat manusia.
Mengonsumsi makanan-makanan yang disebut dalam Al-Quran dapat menjadi pilihan tepat bagi umat Muslim yang ingin menerapkan gaya hidup sehat sesuai tuntunan agama. Berbagai penelitian modern telah mengkonfirmasi manfaat kesehatan dari makanan-makanan yang disebut dalam Al-Quran, mulai dari kandungan antioksidan, vitamin, mineral, hingga senyawa aktif yang berkhasiat untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT telah memberikan petunjuk tentang pola makan sehat melalui kitab suci-Nya jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menemukan manfaat-manfaat tersebut.
Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai jenis makanan yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran beserta manfaat kesehatannya. Dengan memahami nilai gizi dan khasiat dari makanan-makanan ini, kita dapat mengintegrasikan pola makan yang direkomendasikan dalam Al-Quran ke dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesehatan optimal sesuai dengan tuntunan Islam.
Berikut penjelasan lengkapnya, yang telah Liputan6.com rangkum pada Selasa (25/3).
Advertisement
Madu: Obat Penyembuh dari Lebah
Madu merupakan salah satu makanan istimewa yang disebutkan dalam Al-Quran dengan khasiat penyembuhan yang luar biasa. Allah SWT memberikan petunjuk kepada lebah untuk menghasilkan minuman yang menjadi obat bagi manusia. Hal ini tercantum dalam surah An-Nahl ayat 68-69:
"Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, 'Buatlah sarang-sarang di pegunungan, pepohonan, dan bangunan yang dibuat oleh manusia. Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).' Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. An-Nahl: 68-69)
Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan khasiat madu yang luar biasa bagi kesehatan. Madu mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, potasium, fosfor, kalsium, zat besi, zinc, tembaga, dan vitamin C. Sifat antibakteri, antivirus, dan antioksidannya menjadikan madu sebagai obat alami untuk berbagai penyakit mulai dari gangguan pencernaan, luka, infeksi pernapasan, hingga penguatan sistem kekebalan tubuh.
Nabi Muhammad SAW sendiri sangat menyukai madu dan menganjurkan penggunaannya sebagai obat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA disebutkan bahwa, "Nabi sangat menyukai makanan manis dan madu." Sejalan dengan itu, dalam kitab pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi), madu sering direkomendasikan untuk pengobatan berbagai penyakit, menunjukkan konsistensi antara petunjuk Al-Quran, sunnah Nabi, dan temuan ilmiah modern tentang khasiat madu.
Advertisement
Zaitun: Pohon Berkah dari Thursina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4078210/original/008959200_1656921768-Olive_Oil.jpg)
Zaitun merupakan pohon yang diberkahi dan disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran. Pohon ini tidak hanya memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa melalui buah dan minyaknya. Allah SWT menyebutkan pohon zaitun dalam surah Al-Mu'minun ayat 20:
"Dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan." (QS. Al-Mu'minun: 20)
Minyak zaitun merupakan salah satu minyak tersehat di dunia dengan kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi serta antioksidan yang melimpah. Penelitian modern menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kolesterol jahat (LDL). Selain itu, minyak zaitun juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengatasi peradangan dalam tubuh.
Buah zaitun sendiri kaya akan serat, vitamin E, dan antioksidan seperti oleuropein yang memiliki sifat anti-kanker. Konsumsi zaitun secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko pengeroposan tulang (osteoporosis) dan membantu menjaga kesehatan sendi. Dalam pengobatan tradisional, minyak zaitun sering digunakan untuk perawatan kulit, rambut, dan sebagai bahan dasar salep untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
Al-Quran bahkan menyebut zaitun sebagai pohon yang diberkahi dalam surah An-Nur ayat 35, yang menunjukkan nilai spiritualnya yang tinggi dalam Islam. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan penggunaan minyak zaitun dengan sabdanya: "Konsumsilah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi."
Kurma: Buah Surgawi yang Bernutrisi Tinggi
Kurma merupakan salah satu buah yang paling sering disebutkan dalam Al-Quran. Buah ini memiliki nilai gizi yang sangat tinggi dan telah menjadi makanan pokok di Jazirah Arab sejak ribuan tahun lalu. Allah SWT menyebutkan kurma dalam surah Ar-Rahman ayat 68:
"Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima." (QS. Ar-Rahman: 68)
Kurma mengandung berbagai nutrisi penting seperti karbohidrat, serat, protein, serta mineral seperti potasium, magnesium, zat besi, dan kalsium. Buah ini juga kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan gula alami dalam kurma menjadikannya sumber energi yang cepat dan efektif, terutama bagi mereka yang berpuasa atau membutuhkan asupan energi instan.
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan konsumsi kurma, terutama saat berbuka puasa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Nabi bersabda: "Jika salah seorang di antara kamu berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka berbukalah dengan air." Anjuran ini memiliki dasar ilmiah yang kuat, karena kurma dapat dengan cepat mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa.
Penelitian modern juga menunjukkan bahwa kurma memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu melancarkan persalinan pada ibu hamil. Kandungan serat yang tinggi dalam kurma membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, kurma juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung, pengurangan risiko anemia, dan peningkatan kesehatan otak berkat kandungan antioksidannya yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif.
Delima: Buah dengan Sejuta Manfaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133712/original/044791500_1589969207-red-round-fruit-65256.jpg)
Delima (rumman) adalah buah yang disebutkan dalam Al-Quran bersamaan dengan kurma dalam surah Ar-Rahman ayat 68. Buah ini dikenal dengan biji-bijinya yang berjumlah sangat banyak dan memiliki warna merah yang menarik. Allah SWT berfirman:
"Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima." (QS. Ar-Rahman: 68)
Delima memiliki kandungan antioksidan yang luar biasa tinggi, bahkan melebihi teh hijau dan anggur merah. Antioksidan dalam delima, terutama polifenol, punicalagin, dan antosianin, membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam delima berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, pembentukan kolagen untuk kesehatan kulit, serta penyerapan zat besi dari makanan.
Penelitian modern menunjukkan bahwa jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, memperlambat perkembangan plak di arteri, dan bahkan memiliki efek anti-kanker. Selain itu, delima juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan sistem reproduksi pada pria dan wanita. Pada pria, konsumsi jus delima secara teratur dapat meningkatkan kualitas sperma, sementara pada wanita dapat membantu menyeimbangkan hormon dan mengurangi gejala menopause.
Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan keutamaan delima dalam haditsnya: "Makanlah buah delima beserta bijinya karena ia membersihkan lambung." Pernyataan ini sejalan dengan temuan ilmiah modern bahwa serat dalam biji delima membantu melancarkan pencernaan dan membersihkan saluran pencernaan. Dengan berbagai khasiat yang luar biasa ini, tidak mengherankan jika delima disebutkan dalam Al-Quran sebagai salah satu buah istimewa yang tersedia di surga.
Anggur: Buah dengan Antioksidan Tinggi
Anggur disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Allah SWT menyebutkan anggur dalam surah Al-Mu'minun ayat 19:
"Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan." (QS. Al-Mu'minun: 19)
Anggur, terutama jenis anggur merah, mengandung resveratrol yang merupakan antioksidan kuat dengan berbagai manfaat kesehatan. Resveratrol telah terbukti dapat melindungi jantung, mengurangi peradangan, dan bahkan memiliki efek anti-penuaan. Selain itu, anggur juga kaya akan flavonoid yang dapat membantu menangkal kerusakan oksidatif penyebab berbagai penyakit kronis.
Kandungan vitamin C, K, dan berbagai mineral dalam anggur berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan pembekuan darah. Anggur juga mengandung quercetin, antioksidan yang dapat membantu mencegah atau memperlambat pertumbuhan sel kanker dan melindungi sel-sel saraf dari kerusakan. Konsumsi anggur secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi anggur dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan fungsi kognitif. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa tradisi pengobatan kuno menganjurkan konsumsi anggur untuk menjaga kesehatan otak dan memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Pisang: Buah Surga yang Kaya Nutrisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4767669/original/024284400_1709993887-anastasia-eremina-VI2rIoZUrks-unsplash.jpg)
Pisang disebutkan dalam Al-Quran sebagai salah satu buah yang ada di surga. Allah SWT menyebutkan buah ini dalam surah Al-Waqiah ayat 27-29:
"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)..." (QS. Al-Waqiah: 27-29)
Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, kata "thalh" dalam ayat ini ditafsirkan sebagai pohon pisang. Golongan kanan yang dimaksud adalah mereka yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan atau para penghuni surga yang akan menikmati berbagai kenikmatan di dalamnya, termasuk pohon pisang dengan buahnya yang bersusun-susun.
Pisang merupakan sumber potasium yang sangat baik, mineral yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah. Selain itu, pisang juga mengandung vitamin B6, vitamin C, serat, dan berbagai antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Kandungan serat dalam pisang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Pisang juga dikenal sebagai sumber energi yang baik berkat kandungan karbohidratnya. Banyak atlet yang mengonsumsi pisang sebelum atau setelah berolahraga untuk mendapatkan energi atau memulihkan energi yang telah digunakan. Kandungan triptofan dalam pisang dapat membantu meningkatkan kadar serotonin di otak, hormon yang berperan dalam meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pisang dapat membantu mengurangi risiko penyakit ginjal, mencegah kram otot berkat kandungan magnesium dan potasiumnya, serta mendukung kesehatan mata berkat kandungan vitamin A-nya. Dengan berbagai manfaat kesehatan ini, tidak mengherankan jika pisang disebutkan sebagai salah satu buah yang ada di surga dalam Al-Quran.
Daging: Sumber Protein Berkualitas Tinggi
Al-Quran menyebutkan beberapa jenis daging yang halal dan baik untuk dikonsumsi oleh umat Muslim. Salah satunya adalah daging binatang ternak seperti sapi, kambing, dan unta. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mu'minun ayat 21-22:
"Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut." (QS. Al-Mu'minun: 21-22)
Daging binatang ternak merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, produksi enzim dan hormon, serta menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh. Selain protein, daging juga kaya akan zat besi, zinc, selenium, dan berbagai vitamin B kompleks, terutama B12 yang sulit ditemukan dalam sumber makanan nabati.
Zat besi dalam daging, terutama daging merah, memiliki bioavailabilitas yang tinggi, artinya lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati. Hal ini menjadikan daging sebagai makanan penting untuk mencegah anemia defisiensi besi, terutama pada wanita hamil, anak-anak, dan remaja. Zinc dalam daging berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, fungsi sistem kekebalan tubuh, dan penyembuhan luka.
Allah SWT juga menghalalkan daging hasil buruan laut sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 96:
"Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan." (QS. Al-Maidah: 96)
Ikan dan hasil laut lainnya merupakan sumber protein yang baik dengan kandungan lemak jenuh yang relatif rendah dibandingkan daging merah. Ikan juga kaya akan asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA, yang berperan penting dalam kesehatan jantung, fungsi otak, dan perkembangan sistem saraf. Konsumsi ikan secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa gangguan autoimun.