Apakah Makan Ketupat saat Lebaran Bikin Gemuk? Simak Penjelasannya
02 April 2025, 11:13 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2395727/original/018276100_1540877147-ketupat.jpg)
Lebaran selalu identik dengan hidangan khas yang menggugah selera, termasuk ketupat. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa konsumsi ketupat yang berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan?
Ketupat sendiri berbahan dasar beras yang tinggi karbohidrat. Ditambah dengan lauk berlemak seperti opor ayam dan rendang, jumlah kalorinya bisa melonjak drastis dalam satu kali makan.
Lantas, bagaimana mekanisme tubuh dalam menyimpan kelebihan kalori dari ketupat dan lauk pendampingnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Advertisement
Ketupat Mengandung Kalori Lebih Tinggi dari Nasi
Ketupat sering dianggap lebih ringan daripada nasi, tetapi kenyataannya, kandungan kalorinya lebih tinggi. Dalam 100 gram nasi putih terdapat sekitar 129 kalori, sedangkan 100 gram ketupat mengandung sekitar 160 kalori.
Perbedaannya mungkin tidak terlalu besar, tetapi orang cenderung mengonsumsi ketupat dalam porsi lebih banyak saat Lebaran. Biasanya orang tak akan berhenti makan ketupat dan lauknya saat Lebaran ketika isi piring pertamanya habis.
Selain itu, ketupat sering dikombinasikan dengan lauk bersantan seperti opor ayam dan rendang yang kalorinya bisa mencapai 700-800 per porsi. Ini yang membuat konsumsi ketupat bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan yang signifikan.
Advertisement
Peran Lauk Lebaran dalam Menambah Berat Badan
Ketupat jarang dimakan sendiri; biasanya disajikan dengan lauk tinggi lemak seperti opor ayam, empal daging, sambal goreng hati, dan aneka kerupuk.
Misalnya, satu potong ayam goreng bagian paha mengandung sekitar 140 kalori, sedangkan 100 gram sambal goreng hati bisa mencapai 127 kalori. Jika ditambah dengan kerupuk dan emping, total kalorinya bisa lebih dari 1500 hanya dalam satu kali makan.
Makan berlebihan saat Lebaran sering terjadi karena momen kebersamaan. Asyik mengobrol dan beramah-tamah, membuat kadang lupa kalau semua makanan khas ini banyak mengandung karbohidrat.
Kalori Berlebih yang Tidak Dibakar akan Disimpan Sebagai Lemak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794977/original/075188100_1712287034-ketupat_batumis.jpg)
Kenaikan berat badan terjadi saat jumlah kalori yang masuk lebih banyak dibandingkan kalori yang dibakar tubuh. Kalori berlebih yang tidak digunakan akan disimpan dalam bentuk lemak di berbagai bagian tubuh, termasuk perut.
Konsumsi makanan berlemak saat Lebaran bisa meningkatkan berat badan dengan cepat. Jika makan terlalu banyak, berat badan bisa naik, atau lebih parah, tekanan darah juga ikut naik.
Selain itu, aktivitas fisik saat Lebaran cenderung menurun karena banyak orang lebih banyak duduk, makan, dan beristirahat setelah berpuasa sebulan penuh. Ini membuat pembakaran kalori semakin berkurang.
Apakah Ketupat Aman untuk Dikonsumsi Saat Diet?
Banyak yang bertanya, apakah masih bisa makan ketupat jika sedang diet? Jawabannya adalah bisa, asalkan dalam jumlah terbatas dan dikombinasikan dengan pilihan lauk yang lebih sehat.
Ketupat bisa dikonsumsi dengan lauk rendah lemak seperti ayam tanpa kulit atau sayur bening. Mengurangi santan dan minyak dalam masakan juga bisa membantu menekan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.
Selain itu, penting untuk tetap memperhatikan pola makan setelah Lebaran. Jangan sampai kebiasaan makan berlebihan berlanjut dalam beberapa hari setelah perayaan. Dengan kontrol yang baik, Anda tetap bisa menikmati Lebaran tanpa khawatir berat badan naik drastis.
Faktor Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Lebaran
Selama Lebaran, biasanya kita juga mengonsumsi berbagai makanan tinggi kalori lainnya. Makanan seperti kue kering dan minuman manis juga berperan penting dalam meningkatkan asupan kalori kita. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik selama periode ini membuat kita lebih rentan terhadap kenaikan berat badan.
Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan saat Lebaran:
- Konsumsi Berlebihan: Makan ketupat dalam jumlah besar tanpa memperhatikan porsi bisa berakibat fatal.
- Pengaruh Makanan Lain: Makanan berlemak dan manis lainnya yang sering disajikan saat Lebaran juga menambah kalori.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Liburan sering kali membuat kita lebih malas bergerak.
- Kebiasaan Ngemil: Ngemil kue kering dan makanan manis di antara waktu makan juga menambah asupan kalori.
Strategi Mencegah Kenaikan Berat Badan Selama Lebaran
Agar tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan selama Lebaran, ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan:
- Mengontrol Porsi Makan: Makan dengan porsi lebih kecil dan hindari makan berlebihan.
- Pilih Makanan dengan Bijak: Konsumsi ketupat dan makanan berlemak lainnya secara moderat, dan seimbangkan dengan sayuran dan buah-buahan.
- Ganti Nasi Putih dengan Nasi Merah: Nasi merah kaya serat dan dapat membuat kita kenyang lebih lama.
- Batasi Konsumsi Gula: Kurangi konsumsi kue-kue kering dan minuman manis.
- Aktif Bergerak: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, meskipun hanya berjalan-jalan.
- Pola Makan Sehat Setelah Lebaran: Kembali ke pola makan sehat dan seimbang setelah Lebaran untuk mencegah penambahan berat badan yang berkelanjutan.
Singkatnya, makan ketupat bisa menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan pola makan serta gaya hidup sehat secara keseluruhan. Kenaikan berat badan ini bukan semata-mata karena ketupat, tetapi karena kombinasi faktor selama periode Lebaran.
Pertanyaan Umum Seputar Ketupat dan Kenaikan Berat Badan
1. Apakah ketupat lebih baik dibandingkan nasi putih?
Ketupat dan nasi putih memiliki kandungan karbohidrat yang mirip, tetapi ketupat biasanya lebih rendah serat. Memilih nasi merah sebagai alternatif bisa memberikan lebih banyak serat.
2. Bagaimana cara mengontrol porsi saat Lebaran?
Pilihlah piring yang lebih kecil untuk mengontrol porsi. Ini bisa membantu kita tidak berlebihan dalam mengambil makanan.
3. Apakah berolahraga setelah makan ketupat efektif untuk membakar kalori?
Ya, berolahraga setelah makan bisa membantu membakar kalori yang masuk, tetapi tetap penting untuk tidak mengonsumsi berlebihan.
4. Apakah semua makanan saat Lebaran harus dihindari?
Tidak perlu menghindari semua makanan, tetapi penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan dalam porsi yang seimbang.