Sidang Isbat Awal Ramadhan Digelar 28 Februari, Akan Libatkan Ahli Astronomi hingga Ulama

27 February 2025, 16:05 WIB
Sidang Isbat Awal Ramadhan Digelar 28 Februari, Akan Libatkan Ahli Astronomi hingga Ulama

Umat Muslim Indonesia bersiap menyambut Ramadhan 1446 H. Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan jadwal Sidang Isbat untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2025. Sidang Isbat akan diselenggarakan pada Jumat, 28 Februari 2025, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta Pusat.

Sidang ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, dan ulama terkemuka, untuk memastikan penetapan awal Ramadhan yang akurat dan disepakati bersama. Proses ini merupakan tradisi penting dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia.

Sidang Isbat 2025 dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hasil sidang ini akan diumumkan secara resmi kepada publik setelah proses pengamatan hilal dan diskusi para ahli selesai.

Pengumuman ini sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di Indonesia sebagai penanda dimulainya ibadah puasa Ramadhan. Keputusan ini akan menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Penetapan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat merupakan perpaduan antara ilmu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kemenag melibatkan para ahli hisab untuk mempresentasikan hasil perhitungan posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan rukyat hilal yang dilakukan oleh tim di berbagai lokasi di Indonesia.

Kedua metode ini dibahas dan dipertimbangkan dalam sidang untuk mencapai keputusan final tentang awal Ramadhan. Proses ini menekankan pentingnya keakuratan dan kesepakatan bersama dalam menjalankan ibadah.

Tahapan Sidang Isbat Ramadhan 2025

Sidang Isbat 2025 akan melalui beberapa tahapan penting. Diawali dengan pemaparan hasil hisab oleh tim ahli. Selanjutnya, laporan hasil rukyat hilal dari berbagai wilayah di Indonesia akan disampaikan.

Setelah itu, akan dilakukan diskusi dan musyawarah untuk membahas kedua hasil tersebut. Proses ini memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada data yang akurat dan pertimbangan yang matang dari berbagai perspektif.

Proses musyawarah ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, dan ulama. Hal ini bertujuan untuk mencapai konsensus dan memastikan keputusan yang diambil diterima secara luas oleh masyarakat.

Setelah musyawarah selesai, Menteri Agama akan mengumumkan keputusan resmi mengenai awal Ramadhan 1446 H. Pengumuman ini akan disiarkan secara langsung melalui berbagai media, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat mengetahuinya secara bersamaan.

Pentingnya Sidang Isbat bagi Umat Islam Indonesia

  • Menentukan awal bulan Ramadhan secara resmi dan seragam di seluruh Indonesia.
  • Menghindari perbedaan pendapat dan perselisihan terkait awal Ramadhan.
  • Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam menjalankan ibadah.
  • Menunjukkan peran pemerintah dalam memberikan pedoman keagamaan kepada masyarakat.
  • Menggabungkan aspek keagamaan, keilmuan, dan peran negara dalam satu proses yang harmonis.
Infografis Hilal Ramadhan (Liputan6.com/Deisy Rika)
Sumber : Liputan6.com